Kasus Meningkat 38%, Cirebon Darurat Kejahatan Anak

Ahmad Rofahan    •    Minggu, 25 Oct 2015 16:50 WIB
kekerasan seksual anak
Kasus Meningkat 38%, Cirebon Darurat Kejahatan Anak
Foto ilustrasi. (Antara)

Metrotvnews.com, Cirebon: Kasus kekerasan anak di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat meningkat hingga 38 persen. Tingginya angka tersebut membuat Kabupaten Cirebon masuk dalam wilayah darurat kejahatan seksual anak. 

Eni Suhaeni, Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Cirebon, mengatakan, hingga Oktober sudah ada 38 kasus yang dilaporkan kepada lembaganya.

“33 di antaranya adalah kekerasan seksual. Jumlah tersebut juga hanya pada lembaga saya saja, belum di pihak kepolisian dan lembaga swadaya masyarakat,” ujar Eni, di Cirebon, Minggu (25/10/2015).

Dari seluruh kasus yang ditanganinya, sebagian besar pelakunya adalah orang yang dikenal oleh korban. Dia meminta masyarakat turut mengawasi agar kasus ini segera hilang.

Saat ini, BPPKB Kabupaten Cirebon sudah menginstruksikan jajarannya di tingkat desa, untuk ikut membantu mensosialisasikan permasalahan tersebut. “Masyarakat juga harus berani melaporkan jika ada kasus-kasus kekerasan anak,” kata Eni.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengaku cukup prihatin dengan meningkatnya angka kekerasan pada anak di Kabupaten Cirebon. Menurutnya, peningkatan kasus hingga 38 persen, membutuhkan perhatian serius dari pemerintah untuk penanganannya.

“Hukumannya harus yang berat, kalau ringan, maka kejahatan tersebut akan terus terulang,” kata Arist dalam seminar Perlindungan Hukum Kekerasan Seksual Terhadap Anak, yang diselenggarakan Polres Cirebon baru-baru ini.

Arist juga meminta pemerintah pusat maupun daerah, bisa menyediakan rumah aman bagi korban-korban kekerasan anak. “Rumah aman itu sangat sedikit, dipersentasikan pun tidak bisa, karena masih terlalu sedikit,” kata Arist.


(SAN)