Fahri Hamzah Minta Jatah Kunjungan di Rutan Pondok Bambu Ditambah

Anggitondi Martaon    •    Selasa, 27 Oct 2015 14:53 WIB
dpr adsrutan
Fahri Hamzah Minta Jatah Kunjungan di Rutan Pondok Bambu Ditambah
Fahri Hamzah saat kunjungan kerja ke Rutan Pondok Bambu. Foto: MTVN/Anggitondi Martaon

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan DPR meminta Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, menambah waktu jatah kunjungan. Permintaan itu khusus anak yang ingin bertemu ibunya yang ditahan.

"‎Sebisa mungkin kunjungan setiap Sabtu bisa diadakan setiap minggu," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ‎di Rutan Pondok Bambu, Selasa (27/10/2015).‎

Fahri mendapat laporan dari seorang perempuan yang ditahan di Rutan Pondok Bambu. Dalam laporan tulisan tangan, perempuan tersebut menyampaikan anaknya kesulitan membesuk karena jatah kunjungan hanya sekali dalam sebulan, setiap Sabtu.

Sementara si anak tidak bisa membesuk sesuai jadwal yang ditentukan Rutan karena harus sekolah. Waktu jatah kunjungan di Rutan Pondok Bambu sampai pukul 14.00. Saat itu diperkirakan si anak baru pulang sekolah.

Fahri datang ke Rutan Pondok Bambu menindaklanjuti informasi tersebut. Ia mengajak Wakil Ketua Komisi III DPR Beny K Harman, Ketua Komisi VIII Saleh Partaonan Daulay, dan Wakil Ketua Komisi VIII Ledia hanifah‎.



Politikus Partai Keadilan Sejahtera itu meminta Rutan Pondok Bambu menambah waktu jatah kunjungan satu jam atau sampai pukul 15.00. "Kalau masa tutup bisa digeser sedikit," ujar dia kepada Kepala Rutan Pondok Bambu Sri Susiliarti.
 
Menurut Fahri, negara harus menjaga hubungan anak dengan orang tua meski dalam tahanan. "Anak yang tidak dipeluk ibunya maka akan dipeluk kekerasan dan akan menghasilkan hal negatif," katanya.‎

Sri mengungkapkan pihaknya  terpaksa membatasi waktu kunjungan sebulan sekali, karena keterbatasan petugas jaga. "Ada permintaan nambah, tapi masih kami pertimbangkan," kata Sri.

Waktu jatah kunjungan berbeda dengan jadwal kunjungan. Sri menyampaikan, jadwal kunjungan untuk narapidana setiap Senin, Rabu, dan Kamis siang. Sedangkan untuk tahanan setiap Selasa, Kamis, dan Jumat pagi.

Fahri sempat berbincang dengan Sofia, seorang tahanan, yang memiliki anak berusia sembilan bulan. Fahri menanyakan bagaimana pemenuhan hak air susu ibu bagi bayinya.

"Enggak mau diajak ke sini?" tanya Fahri.

"Tidak Pak. Kalau di sini saya susah. Lebih baik dengan keluarga saya saja‎," jawab Sofia.

"Tapi kan hak bayi harus dipenuhi juga, hak untuk mendapat air susu, hak untuk dipeluk ibunya. Jadi itu kerelaan ibu ya?" ujar Fahri.


(TRK)