Kapal Tiongkok Berukuran 250,48 GT Kandas di Riau

Gervin Nathaniel Purba    •    Selasa, 27 Oct 2015 15:22 WIB
kapal asing
Kapal Tiongkok Berukuran 250,48 GT Kandas di Riau
Operasi penangkapan kapal asing. ANTARA FOTO/Fadlansyah

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menemukan kapal perikanan asing (KIA) berbendera Tiongkok CM. 64029 A berukuran 250,48 Gross Ton (GT) terdampar di perairan Pulau Mundaga, sebelah barat Pulau Tambelan, Kepulauan Riau.

Menurut Menteri KKP Susi Pudjiastuti, penemuan kapal tersebut berasal dari laporan nelayan Tambelan pada 24 Oktober 2015 kepada Pos TNI AL Tambelan yang melihat ada sebuah kapal kandas di perairan Pulau Mundaga. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Pos TNI AL Tambelan.

"Pos TNI AL Tambelan mengecek tempat kejadian tersebut beserta tiga orang anggota Koramil Tambelan dan empat orang masyarakat," ujar Susi Pudjiastuti saat ditemui di Kantor KKP, Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2015).

Masih lanjut Susi, ketika Tim Pos TNI AL Tambelan sampai dilokasi sekitar pukul 13.00 WIB, kapal Tiongkok tersebut ditemukan dengan kondisi kapal bocor dibagian haluan.

Selanjutnya Tim Pos TNI AL Tambelan dan rombongan berusaha membebaskan kapal dari karang dengan cara menarik kapal tersebut dengan perahu, namun upaya itu ternyata tidak berhasil.

"Kemudian Tim Pos TNI AL Tambelan membawa dua orang anak buah kapal (ABK) ke Pos TNI AL Tambelan untuk dimintai keterangan. Sedangkan nahkoda dan tiga orang ABK lainnya tinggal di kapal untuk mengamankan kapal dan memompa air laut keluar kapal," jelas Susi Pudjiastuti.

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, diperoleh keterangan bahwa kapal berbendera Tiongkok itu merupakan kapal pengangkut ikan dengan nahkoda Yang Hui dan membawa ABK sebanyak lima orang WNA Tiongkok. Sebelumnya kapal berangkat dari  Hong Kong pada 17 Oktober 2015 dengan tujuan Samudera Hindia untuk mengangkut ikan.

"Kapal itu kandas di perairan Pulau Mundaga dikarenakan mengalami kerusakan GPS pada Sabtu 24 Oktober 2015 sekitar pukul 04.00 WIB," katanya.

Adapun saat ini pihak TNI AL dan KKP akan terus melakukan pendalaman atas kejadian tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara pasti latar belakang kandasnya kapal tersebut serta berbagai kemungkinan lainnya.



(SAW)