Percepat Sejuta Rumah, BPJS Ketenagakerjaan Taruh Rp60 Triliun ke BTN

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 27 Oct 2015 16:04 WIB
bpjs ketenagakerjaan
Percepat Sejuta Rumah, BPJS Ketenagakerjaan Taruh Rp60 Triliun ke BTN
Ilustrasi. (FOTO: AFP/ADEK BERRY)

Metrotvnews.com, Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan tidak main-main dalam mewujudkan percepatan rumah yang digagas pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dengan menempatkan dana sebesar Rp60 triliun di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

"30 persen dari total portofolio dana Investasi ketenagakerjaan yang mencapai Rp200 triliun kita taruh ke BTN. Untuk jumlah tergantung dari percepatan KPR," urai ‎Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya, saat ditemui di ‎Perjanjian Kerjasama (PKS) antara BPJS Ketenagakerjaan dengan BTN, di Menara Jamsostek, Jakarta, Selasa (27/10/2015).

Untuk 2016, Elvyn memprediksi bisa membantu program kepemilikan rumah m‎urah pekerja sebanyak 100 ribu unit rumah. Jikalau satu unit rumah seharga Rp200 juta, maka perseroan perlu menggelontorkan dana sebesar Rp20 triliun.

Mekanismenya, lanjut dia, BTN bakal menyalurkan dulu KPR tersebut ke peserta. Setelah itu, perseroan akan menyetor uangnya ke BTN. "Semakin banyak KPR, maka semakin banyak juga dana yang kami siapkan,"‎ tutup dia.

‎Sebagai informasi, BPJS Ketenagakerjaan resmi menggandeng BTN dalam memberikan kemudahan pembiayaan rumah murah bagi peserta aktif.‎ Langkah ini juga merupakan wujud satu juta rumah. "Peserta aktif minimal satu tahun, pekerja bisa mengajukan kredit di kantor cabang BTN, dengan bawa syarat-syarat yang dibutuhkan," ucap Elvyn.

Menurut dia, rumah yang diajukan adalah rumah pertama.‎ Apabila suami istri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, hanyalah salah satu yang bisa mengajukan.


(AHL)