Operasi Pasar Murah Jilid II Jawa Barat Digelar

Kristiadi    •    Kamis, 29 Oct 2015 11:25 WIB
operasi pasar
Operasi Pasar Murah Jilid II Jawa Barat Digelar
Foto: Ilustrasi Operasi Pasar Murah/Ant_Feny Selly

Metrotvnews.com, Tasikmalaya: Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman membuka operasi pasar murah (OPM) untuk masyarakat miskin yang tersebar di 10 kecamatan, Kamis 29 Oktober. Operasi pasar ini dilakukan guna menekan harga bahan pokok yang naik akibat gagal panen di musim kemarau panjang dan adanya spekulan.

"Untuk menstabilkan harga bahan pokok terutama bagi masyarakat miskin di Kota Tasikmalaya, kami melakukan operasi pasar murah tahap II untuk lima kecamatan dengan jumlah 5 ribu paket sembako. Karena meningkatnya volume pasar dan kebutuhan bahan pokok sekarang ini sangat mendesak," kata Budi Budiman di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (29/10/2015).

Masyarakat miskin di Kota Tasikmalaya itu tersebar di sejumlah kecamatan. Di antaranya Kecamatan Tawang, Cibeureum, Mangkubumi, Kawalu, Cipedes, Cihideung, Tamansari, Bungursari, Indihiang dan Purbaratu.

Budi mengatakan, ada sejumlah komoditi pada operasi pasar murah kali ini yang disubsidi pemerintah. Di antaranya daging sapi seberat 1 kg, beras 5 kg, minyak 3 kg, dan gula pasir 3 kg. Warga hanya membayar Rp115 ribu untuk paket itu.

"Kalau pemerintah kota hanya menerima 4 jenis komoditi, karena untuk telur tidak ada diakibatkan belum apa-apa sudah pecah dan kami meminta jika bisa diganti sama telur asin biar tidak mengalami pecah. Sedangkan harga jual bahan pokok tersebut lebih murah dibandingkan harga normal," kata dia.

Kepala Seksi Bina Pasar pada Dinas Perdagangan Dalam Negeri Propinsi Jawa Barat, Bambang Satrijadi mengatakan, operasi pasar murah tahap II ini dilakukan di 21 Kota dan Kabupaten di Jawa Barat. Namun jumlah daerah sebanyak 27, tetapi yang berpartisipasi hanya 21 daerah untuk melakukan operasi pasar murah yang dilakukan dari anggaran provinsi Jawa Barat.

"Kalau yang berpartisipasi untuk melakukan operasi pasar murah ini 21 dari 27 daerah di kota dan Kabupaten di Jawa Barat. Operasi ini bersumber dari perubahan APBD 2015 sebesar Rp10 miliar. Jika dikumulatifkan anggaran untuk OPM senilai Rp20 miliar dikarenakan kegiatan tersebut sangat mendesak di saat bahan-bahan pokok mengalami kenaikan," imbuh dia.

Untuk komoditi dalam operasi pasar murah ini antara lain, beras seberat 5 kg seharga Rp 5.500 subsidi pemerintah Rp27.500, Gula Pasir 3 kg seharga Rp5.500 subsidi Rp16.500, minyak goreng 3 kg, telur ayam Rp10.000 dan daging sapi 1 kg seharga Rp50.000. Total harga Rp subdisi Rp 115.000 dari harga normal Rp230.000

"Jadi untuk minyak goreng masyarakat bisa membeli semua atau membeli 1 liter saja, karena semuanya sudah ada subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp115.000 dari harga normal Rp230.000. Untuk operasi pasar yang dilakukannya diakibatkan harga beras sudah mencapai Rp10.000 per kg," kata dia.


(TTD)