2016, SMGR Bidik Pertumbuhan Pendapatan Hanya 5-6%

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 29 Oct 2015 17:45 WIB
semen indonesia
2016, SMGR Bidik Pertumbuhan Pendapatan Hanya 5-6%
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Reza Fitriyanto)

‎Metrotvnews.com, Jakarta: PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) memperkirakan hanya mampu meraih pertumbuhan pendapatan sebesar lima persen sampai dengan enam persen di 2016, meski belum diketahui situasi dan kondisi ekonomi apakah sudah membaik atau justru memburuk. Sebagai pembanding, posisi pendapatan di 2015 ini tercatat sebesar Rp26,99 triliun. 

"Kenaikan akan didorong volume produksi sebesar lima persen di 2016. Tahun ini volume 28,6 juta ton akan kita naikkan ke 30 juta ton," kata Direktur Utama Semen Indonesia Suparni‎, ketika ditemui di Gedung The East, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

‎Peningkatan pendapatan, ungkap Suparni, terjadi karena proyek-proyek infrastruktur telah berjalan sejak Agustus 2015 ini. Tidak hanya itu, penggunaan energi listrik dan bahan bakar yang akan diturunkan pun memengaruhi tingkat pendapatan perseroan di 2016.

‎"Kita efisiensi bahan bakar dan listrik. Dari segi biaya akan lebih turun, solar turun juga, jadi distribusi tidak naik. Kita optimalkan biaya kapal. Kita juga akan packing plant baru," jelasnya.

‎Adapun posisi laba di 2016, perseroan enggan menyebutkan secara gamblang akan tumbuh berapa persen dan angka detail mengenai nominalnya. SMGR menilai laba susah sangat diprediksi jikalau keadaan ekonomi mengalami perubahan.

Kendati demikian, Suparni menambahkan, kinerja di tahun ini tidak akan jauh berbeda dengan pencapaian kinerja di tahun lalu. Hal itu mengacu kepada kinerja perseroan di periode Januari-September 2015 yang tercatat sangat lesu. 

Kelesuan itu terlihat dari posisi pendapatan Rp19,11 triliun per kuartal III-2015.‎ Angka itu mengalami terdepresiasi 1,2 persen dari posisi pendapatan Rp19,35 triliun di kuartal III-2014. Pendapatan yang menurun tipis 1,2 persen memberikan dampak besar bagi kinerja laba yang turun menjadi Rp3,2 triliun di kuartal III-2015, dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp4,08 triliun,

‎"Hingga tutup tahun ini laba bersih kita prediksi turun 14-15 persen bila dibanding tahun lalu. Laba masih akan minus. Sekarang sudah 20 persen, karena situasi semester I-2015 sangat berat," pungkas Suparni.

‎Sekedar informasi, Semen Indonesia meraih pendapatan Rp26,99 triliun di 2014, dengan laba bersih Rp5,6 triliun. Pada tahun ini, kinerja pendapatan dan laba bersih diperkirakan bergerak stagnan bila dibanding perolehan tahun lalu.



(ABD)