Hiasan Perahu Pengantar Putri Madura Dikirab di Solo

Pythag Kurniati    •    Kamis, 29 Oct 2015 20:14 WIB
budaya
Hiasan Perahu Pengantar Putri Madura Dikirab di Solo
Replika canthik Rajamala dikirab dalam Kirab Ageng Pusaka Museum Radya Pustaka Solo, Kamis (29/10/2015). (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Replika canthik (hiasan pada ujung perahu) Rajamala ikut dikirab dalam Kirab Ageng Pusaka Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah, Kamis (29/10/2015). Ukurannya yang besar membuat replika Canthik Rajamala harus dipikul oleh empat orang sekaligus. 

Komite bagian pelestarian dan pengembangan budaya Museum Radya Pustaka, KGPH Dipokusumo mengatakan replika Canthik Rajamala merupakan salah satu koleksi andalan museum tertua di Indonesia ini.

“Canthik Rajamala ini dahulu muncul sejak zaman Pakubuwono IV. Bentuknya menyerupai kepala raksasa berwarna merah,” ungkap Dipokusumo saat ditemui usai Kirab Ageng.

Dahulu perahu dengan Canthik Rajamala ini, ungkap Dipokusumo, digunakan untuk mengantar putri Madura yang merupakan istri Pakubuwono IV. “Lalu lintas pada zaman dulu kan melalui sungai, maka digunakan perahu sebagai alat transportasi,” imbuhnya.

Dipokusumo mengatakan Rajamala berasal dari kata raja dan mala. Artinya raja yang mengilangkan segala mala (penyakit).

Pengelola manuskrip dan digitalisasi Museum Radya Pustaka, Kurnia Heniwati mengatakan Canthik Rajamala berusia 200-an tahun ini diceritakan pada beberapa naskah kuno. Meskipun disebutkan di beberapa naskah kuno, Kunia mengaku literatur mengenai Rajamala ini masih sangat minim.

“Rajamala disebutkan antara lain di Babad Baita Rojomolo, Babad Madura, Serat Pratalan Kawontenanipun Candhi, Reco saha Patilasan,” jelas Kurnia.

Kirab Ageng Pusaka Museum Radya Pustaka diikuti oleh 200 orang. Dimulai pukul 16.00 WIB, kirab yang dilakukan setiap tanggal 15 Suro tersebut menempuh jarak sekitar satu kilometer mengelilingi kawasan Sriwedari.


(SAN)