Jero Ngotot Jumlah DOM Tak Dikurangi

Renatha Swasty    •    Kamis, 29 Oct 2015 21:24 WIB
jero wacik
Jero Ngotot Jumlah DOM Tak Dikurangi
Jero Wacik/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Mantan Sekjen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Wardiyatmo menyebut mantan Menteri Kemenbudpar Jero Wacik meminta uang Dana Operasional Menteri (DOM) pada 2012 tidak turun dari Rp3,6 miliar setahun. Pdahal, Dirjen Anggaran sudah memerintahan menurunkan DOM.

Hal ini terungkap dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Wardiyatmo yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum pada KPK, Yadyn. Dalam BAP nomor 10 poin 7, Wardiyatmo menuturkan sekitar pertengahan tahun 2011, ia mendapat laporan dari anak buahnya, Bayu bahwa ada teguran dari Dirjen Anggaran DOM Kementerian Pariwisata.

Dirjen saat itu meminta supaya besaran DOM harus mengacu besarannya pada Surat Menteri Keuangan no SR 22/MK.02.2004 Tanggal 5 Maret 2004 tentang usulan kenaikan besaran DOM operasional Menteri.

"Bahwa DOM yang disetujui Presiden adalah Rp120 juta per bulan atau Rp1.4 miliar setahun," ujar Jaksa Yadyn membacakan BAP Wardoyatmo dalam sidang untuk terdakwa Jero Wacik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/10/2015).

Atas teguran itu lanjut Yadyn, Wardiyatmo melaporkan pada Jero Wacik bahwa dana DOM yang diterima sejumlah Rp3.6 miliar pada 2012 harus turun menjadi Rp1.4 miliar. Tapi Jero tak menerima.

"Jero Wacik sampaikan tetap kamu usahakan Rp3.6 miliar, yang saya tangkap dari penyampaian Jero Wacik, beliau tidak bsa menerima penyampaian saya bahwa anggaran DOM akan diturunkan dari Rp3.6 miliar jadi Rp1.4 miliar dan masih memerintahkan saya mengupayakan agar anggaran tetap Rp3.6 miliar," beber Jaksa Yadyn.

Tapi lanjut dia, Wardiyatmo tetap memproses anggaran DOM pada 2012 sesuai arahan Dirjen Anggaran. Wardiyatmo mengurus DOM menjadi Rp1.4 miliar.

Terkait BAP yang dibacakan Jaksa Yadyn itu, Wardiyarmo membenarkannya. Namun, ia mengaku tidak mengetahui asal muasal anggaran DOM bisa mencapai Rp3.6 miliar setahun.

"Waktu itu saudara Bayu menyampaikan pada saya dan saya minta mana dasarnya, dasarnya disampaikan yang tadi disebutkan. Tetapi proses menjadi Rp3.6 miliar sudah terjadi periode sebelumnya. Saya jadi Sekjen DOM sudah Rp3.6 miliar," pungkas dia.

Adapun, pada 2012 diketahui Jero sudah tidak lagi menjadi Menteri Kemenbudpar. Sejak Oktober 2011 Jero menempati posisi baru sebagai Menteri ESDM.

Dalam dakwaan, Jero disebut menyalahgunakan dana DOM sejak 2008-2011 untuk keperluan pribadi.

Keperluan keluarga Jero yang dipakai untuk DOM seperti pijat refleksi, potong rambut dan salon, transportasi panggil petugas medis dan laboratorium, transportasi dan pembelian makanan untuk keluarga terdakwa di kantor, transportasi untuk mengambil makanan diet Jero, makan malam untuk staf dan ajudan yang lembur, transportasi mengantar berkas ke kediaman Jero yang ketinggalan, pembayaran kartu kredit ANZ atas nama Jero, membeli peralatan persembayangan/sesaji dan keperluan keluarga menteri lainnya.

Menurut Jaksa, Jero menyelewengkan DOM mulai tahun anggaran 2008-2011 yang memperkaya diri Jero Rp7.337.528.802 dan keluarga Jero Rp1.071.088.347. Hal itu mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp8.408.617.148 dari jumlah kerugian keuangan negara seluruhnya Rp10.597.611.831.


(OJE)