Benny Pandjaitan Hingga Afgan Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual

Agustinus Shindu Alpito    •    Sabtu, 31 Oct 2015 09:28 WIB
musikafgan
Benny Pandjaitan Hingga Afgan Raih Penghargaan Kekayaan Intelektual
Afgan. (Foto:MTVN/A. Shindu Alpito)

Metrotvnews.com, Jakarta: Empat musisi beda generasi, Benny Pandjaitan, Afgan, Viky Sianipar, dan Vina Panduwinata menerima Penghargaan Kekayaan Intelektual dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Penghargaan itu diberikan langsung dalam sebuah seremonial yang digelar di kawasan kantor Kementerian Hukum dan HAM pada 30 Oktober 2015.

Keempatnya mendapat penghargaan di kategori yang berbeda. Benny Pandjaitan meraih  Insan Kreatif bidang Musik, Afgan meraih Medal for Creativity, Viky Sianipar meraih penghargaan sebagai Musisi Kontemporer, dan VIna Panduwinata meraih penghargaan Performer. 

“Senang acara seperti ini boleh terus dilakukan, menghargai senior. Mewakili keluarga Panbers saya mengapresiasi atas penghargaan yang diberikan,” ujar Rusland yang mewakili Benny Pandjaitan yang berada di sampingnya. Benny mengalami kesulitan bicara setelah mengalami stroke. Namun, dia hadir langsung untuk menerima penghargaan itu.

Sementara itu, Vina Panduwinata yang juga hadir dalam acara itu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya mendapat apresiasi dari pihak pemerintah.

“Prinsip saya seyogyanya harus mendukung orang dan badan yang mau memberikan penghargaan pada orang yang berkaya. Kalau soal prestasi, setiap orang punya ukuran masing-masing. Jadi, prinsip mama Ina, berterimakasih,” ungkap penyanyi yang dijuluki Si Burung Camar itu.

Sementara  Afgan, sebelumnya sempat menjabat sebagai Duta HKI Nasional tahun 2014 dan 2015. “Ini Memotivasi untuk lebih punya tujuan dalam bermusik. Bukan hanya demi ketenaran tapi punya tujuan yang positif yaitu untuk memajukan bangsa kita dan ingin membangun awareness masalah HAKI. Apalagi pembajakan masih  merajalela di negara kita, jadi harapan saya bisa membantu memberantas itu semua sambil bisa memajukan musik kita di mata dunia juga,” tukas Afgan. 


(LOV)