Tanda Tangan Cek Perjalanan Fiktif, Anak Buah Jero Diberi Uang

Renatha Swasty    •    Senin, 02 Nov 2015 19:51 WIB
jero wacik
Tanda Tangan Cek Perjalanan Fiktif, Anak Buah Jero Diberi Uang
Mantan Menteri ESDM Jero Wacik. (Foto: Antara)

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah anak buah mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik diminta menandatangani cek perjalanan fiktif. Usai tanda tangan cek, masing-masing diberikan uang Rp300 ribu - Rp500 ribu.
 
Hal ini terungkap dari pengakuan anak buah Jero di Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata yang dihadirkan dalam sidang lanjutan untuk terdakwa Jero Wacik di Pengadilan Tindak Pidaka Korupsi, Jakarta.
 
Kasubag Perbendaharaan I Kemenbudpar Burhan Siregar, misalnya, mengaku pada 2008 sempat diminta staf biro keuangan Muniati Suktani meneken kwitansi perjalanan dinas dari Jakarta ke Bali. Padahal, dia sama sekali tak pernah ke Bali.
 
"Tidak (pernah pergi ke Bali)," kata Burhan dalam sidang lanjutan untuk terdakwa Jero Wacik di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2015).
 
Terkait penandatanganan itu, ia mengaku mendapat duit. "Rp500 ribu," ujar Burhan.
 
Pengalaman serupa juga dialami staf Kementerian Pariwisata John Situngkir. Dia pernah menandatangani kwitansi perjalanan ke Papua. Seperti Burhan, John juga dapat hadiah Rp500 ribu atas `jasanya`.
 
Staf TU Menteri, Surtini juga melakukan hal yang sama, ia pernah menandatangani kwitansi perjalanan sebanyak delapan kali. Terkait tanda tangannya, ia diberikan duit sejumlah Rp300 ribu. Dia juga pernah menandatangani perjalanan fiktif ke Palangkaraya.
 
"Iya, tapi bukan saya yang jalan," ujar Surtini.
 
Staf kementerian Pariwisata, Supriati juga pernah menandatangani perjalanan dinas ke Denpasar sebanyak tiga kali, ia mendapat Rp500 ribu dari sana. Siti Aminah, staf Biro Hukum Kementerian Pariwisata juga menandatangai perjalanan dinas ke Bali sebagai pendamping Jero. Tapi ia rupanya tak pergi.
 
"Tidak berangkat pak," ujar Siti.
 
Begitu juga Raden Didin Haerudin, staf tata usaha Kementerian Pariwisata. Dia mendapat duit sejumlah Rp300 ribu lantaran mau menandatangani perjalanan dinas fiktif ke Bali dan Medan. "Siti Alfiah (Kasubag TU Meneri, yang memberikan)," kata Raden.
 
Dalam dakwaan, Jero disebut menyalahgunakan dana DOM sejak 2008-2011 untuk keperluan pribadi. Keperluan keluarga Jero yang dipakai untuk DOM seperti pijat refleksi, potong rambut dan salon, transportasi panggil petugas medis dan laboratorium, transportasi dan pembelian makanan untuk keluarga terdakwa di kantor, transportasi untuk mengambil makanan diet Jero, makan malam untuk staf dan ajudan yang lembur, transportasi mengantar berkas ke kediaman Jero yang ketinggalan, pembayaran kartu kredit ANZ atas nama Jero, membeli peralatan persembayangan/sesaji dan keperluan keluarga menteri lainnya.
 
Untuk menutupi hal itu, mantan Kabag TU Pimpinan pada Biro Umum Setjen Kemenbudpar, Luh Ayu Rusminingsih dan Siti Alfiah membuat laporan pertanggungjawaban fiktif.
 
Menurut Jaksa, Jero menyelewengkan DOM mulai tahun anggaran 2008-2011 yang memperkaya diri Jero Rp7.337.528.802 dan keluarga Jero Rp1.071.088.347. Hal itu mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp8.408.617.148 dari jumlah kerugian keuangan negara seluruhnya Rp10.597.611.831.


(FZN)