DPRD Kota Bekasi Pelajari Rekomendasi Pelaporan Ahok ke Polisi

Damar Iradat    •    Selasa, 03 Nov 2015 14:17 WIB
sampah jakarta
DPRD Kota Bekasi Pelajari Rekomendasi Pelaporan Ahok ke Polisi
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Wanda)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pimpinan DPRD Kota Bekasi akan membahas rekomendasi Komisi A untuk melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ke polisi. Gubernur yang biasa disapa Ahok itu dilaporkan karena dituding melakukan pencemaran nama baik DPRD Kota bekasi.
 
Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Muhammad Dian mengaku sudah menerima rekomendasi dari Komisi A terkait pelaporan Ahok ke polisi. Rekomendasi akan dipelajari sebelum disetujui.
 
"Kami sebagai pimpinan akan mempelajari rekomendasi yang dikeluarkan Komisi A. Kami harus pelajari dulu, karena pimpinan ada empat orang," kata Dian di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Selasa (3/11/2015).
 
Rekomendasi bakal dibahas di rapat pimpinan (rapim). "Kita telaah seperti apa kita tindak lanjuti rekomendasi tersebut," kata politikus Gerindra itu.
 
Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata berniat melaporkan Ahok ke polisi. Ahok dituding telah menebar fitnah melalui media massa dengan mengatakan ada anggota dewan yang menerima suap dari pengelola Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, PT Godang Tua Jaya.
 
Mantan Bupati Belitung Timur itu sendiri tak gentar dengan ancaman tersebut. Ahok mengaku siap dilaporkan ke polisi oleh DPRD Kota Bekasi.
 
"Dia lapor, kita lawan dong. Kalau saya hanya menduga, ada apa? Kita sama-sama lapor, sama-sama buktikan di pengadilan," kata Ahok.
 
Karut marut masalah sampah Bantar Gebang makin meluas. Awalnya, DPRD Kota Bekasi menilai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanggar poin-poin perjanjian yang telah disepakati.
 
Lantaran itu, DPRD Kota Bekasi berniat memanggil Ahok agar memberikan penjelasan. Namun, Ahok merespons pemanggilan tersebut dengan emosional. Ia menuding pihak pengelola TPST, PT GTJ main mata dengan menyuap anggota DPRD Kota Bekasi. Ahok juga menolak hadir.


(FZN)