Tiga Celah Mulusnya Kejahatan SMS 'Mama Minta Pulsa'

LB Ciputri Hutabarat    •    Jumat, 06 Nov 2015 23:25 WIB
penipuan
Tiga Celah Mulusnya Kejahatan SMS 'Mama Minta Pulsa'
Pelaku penipuan SMS Mama Minta Pulsa/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Jakarta: Modus kejahatan pesan singkat 'Mama Minta Pulsa' didukung sejumlah faktor. Ahli Digital Forensik, Ruby Alamsyah mengungkapkan setidaknya ada tiga celah yang dimanfaatkan pelaku untuk memuluskan kejahatannya.

Satu di antaranya adalah faktor mudahnya masyarakat menggunakan dan membeli kartu telepon genggam baru (sim card). Ia menilai, sistem pengamanan penggunaan nomor telepon genggam baru di Indonesia masih lemah.

"Bisa pakai data palsu kirim ke 4444 bisa langsung aktif tanpa proses verifikasi," terang Ruby pada program Prime Time News Metro TV, Jumat (6/11/2015).

Selain sim card, sambung Ruby, celah lain untuk menjalankan modus kejahatan SMS ini adalah menggunakan rekening palsu. Ruby memandang rekening palsu banyak bertebar tak terlepas dari masih lemahnya sistem verifikasi di sejumlah Bank di Indonesia.

"Padahal, harusnya Bank tetap menerapkan Know Your Customer (KYC) secara ketat," terang dia.

Sementara celah ketiga yang diungkapkan Ruby adalah fitur pemilihan bahasa yang diterapkan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Dia bilang, tak seharusnya fitur itu digunakan. Sebab, bakal mempermudah pelaku kriminal menipu korban.

"Ada pilihan bahasa Inggris, ini kan terkesan hipnotis padahal dia (korban) enggak ngerti yang ditampilkan bahasa Inggris," ungkap dia.

Kepolisian menangkap otak kejahatan penipuan pesan singkat. ersangka bernama Efendi alias Lekkeng alias Kenz ditangkap atas laporan polisi bernomor LP/3991/IX/2015/PMJ/Ditreskrimum. Modus penipuan, para pelaku menyebarkan SMS yang isinya seolah-olah si penerima SMS mendapatkan undian berhadiah dari salah satu bank.

Korban yang tergiur dan terpancing untuk menghubungi nomor telepon yang dicantumkan pada SMS tersebut akan dipandu ke ATM yang ujungnya malah mentransfer uang ke rekening tersangka.


(OJE)