Penghuni Apartemen Takkan Disubsidi Listrik 900 VA Tahun Depan

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 07 Nov 2015 14:53 WIB
listrik
Penghuni Apartemen Takkan Disubsidi Listrik 900 VA Tahun Depan
Ilustrasi -- MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Bogor: Mulai tahun depan, pemerintah akan selektif untuk memberikan subsidi listrik pada golongan 450 volt ampere (VA) dan 900 VA hanya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani. Pasalnya, Pemerintah bersama DPR sepakat untuk memangkas anggaran subsidi listrik tahun depan dalam sebesar Rp28 triliun dari tahun ini, sehingga menjadi Rp38,39 triliun dalam APBN 2016.

Selama ini, untuk golongan tersebut konsumennya membeludak hingga mencapai 40-an juta pengguna, tahun depan akan dipangkas menjadi 30-an juta pengguna melalui pencabutan subsidi listrik dengan mengurangi jumlah konsumen pada golongan 900 VA.

"Karena kami akan lebih selektif untuk pengguna 900 VA, karena ada juga yang mampu tapi pakai itu seperti konsumen yang tinggal di apartemen," kata Askolani di Hotel Harris Sentul, Bogor, Sabtu (7/11/2015).

Pemerintah nanti akan menggunakan data konsumen yang tercatat oleh PLN diimbangi dengan data penerima bantuan sosial yang dihimpun Kementerian Sosial.

Askolani mengungkapkan, pada 2003 anggaran subsidi listrik masih sekitar Rp3 triliun-Rp4 triliun dan hanya untuk golongan 450 VA. Namun pada 2005 karena ada kenaikan harga minyak sangat tinggi sehingga biaya subsidi juga ikut meningkat.

"Kenyataannya setelah 2005 yang dapat subsidi sudah ke mana-mana. Itulah yang akan kita evaluasi. Dengan harapan yang menerima betul-betul orang yang tidak mampu. Sehingga dengan begitu, kualitas anggaran belanja kita tepat sasaran," ujarnya.

Lebih lanjut, ke depannya subsidi tetap dibutuhkan, bisa saja bentuknya berubah menjadi dalam bentuk subsidi tunai. Jadi nantinya tarif listrik yang dikenakan normal.

"Namun, untuk konsumen miskin dikasih tunai untuk nantinya membayar listik. Model ini ke depan mungkin bisa dilakukan," pungkasnya.


(AHL)