TKI Mulai Bisa Akses KUR dan Terbebas dari Rentenir

   •    Sabtu, 07 Nov 2015 16:22 WIB
bnp2tki
TKI Mulai Bisa Akses KUR dan Terbebas dari Rentenir
Ketua BNP2TKI Nusron Wahid. (FOTO: ANTARA FOTO/Fanny Kusumawardhani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) telah menghentikan praktek Koperasi Simpan Pinjam, BPR, dan Bank Umum yang selama ini melayani pembiayaan terhadap dengan beban bunga yang sangat tinggi yakni sebesar 33 persen flat atau setara dengan 64 persen efektif. Penghentian tersebut berlaku untuk para calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) sejak 1 November lalu.

Sebagai gantinya, pemerintah telah menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) khusus TKI yang penyalurannya melalui lima bank yang telah bersedia yakni Bank Mandiri, BRI, BNI, BII Maybank, dan Sinarmas.

"Mulai 1 November, sudah tidak ada lagi yang namanya koperasi dan BPR yang ngurusi duit TKI. Sebagai gantinya kita menyediakan fasilitas KUR bagi yg membutuhkan. Yang tidak membutuhkan ya tidak perlu pinjam," ujar Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (7/11/2015).

Menurut Nusron, KUR TKI dilaksanakan oleh lima bank tersebut bunganya hanya 12 persen efektif. Dan mudahnya lagi, kreditnya tanpa jaminan. "KUR tersbeut dalam bentuk rupiah, dan kalau ingin dikonversi ke uang asing menggunakan kurs pasar pada hari itu. Bukan kurs yang ditetapkan," ujarnya.

Nusron menjelaskan, dengan skema ini bila dibandingkan dengan skema lama maka lebih efisien sekitar Rp5 juta hingga Rp6 juta per orang.

"Bayangkan hanya dengan kredit Rp17 juta, bisa lebih efisien Rp5-6 juta. Betapa mahal dan mencekiknya selama ini lembaga-lembaga ini terhadap TKI," tegas Ketua Umum GP Ansor ini.

Adapun berdasarkan laporan bank-bank pelaksana, sejak disediakannya KUR khusus TKI ini setidaknya sudah ada sekitar 60-an PPTKIS yang membuat Perjanjian Kerja Sama. "Sejauh ini persiapan sudah siap melayani," ucap Nusron.

Meski dengan bunga murah, Nusron tidak lagi mewajibkan CTKI untuk pinjam. Artinya, kalau mereka memang mampu dan bisa membiayai diri sendiri maka silakan saja. "Silakan kalau memang ada biaya sendiri. Artinya tidak perlu pinjam lagi. Intinya kita kasih edukasi dan kemerdekaan bagi TKI untuk menentukan pilihan," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pembiayaan TKI selama ini dilayani antara lain oleh Bank China Trust, BPR Sentra Dana Makmur, BPR Tata Karya Indonesia, BPR Ragam Peran Mandiri, BPR Intidana Sukses Makmur, KSP Sukses Bersama, KSP Marto Moejani, KSP Karya Peduli dan lain-lain. Namun, sejak 1 November sisko mereka di BNP2TKI sudah didelete. Dan untuk selanjutnya kalau mereka bersedia menjalankan fungsi linkage dengan bank pelaksana.

Nusron juga mengatakan, bahwa semua program pelayanan keuangan TKI nanti dilayani dalam program Servis Keuangan Inklusif untuk TKI (Saku TKI) yang meliputi: pembiayaan penempatan, pembiayaan purna TKI dan keluarga, tabungan dan remitansi, edukasi dan literasi pengelolaan keuangan dan jasa keuangan lainnya.

"Program ini kalau bisa end to end, akan jauh lebih murah dan menguntungkan," tukas Nusron. (adv)


(AHL)