BPS: Perdagangan Bali-Singapura Surplus

   •    Minggu, 08 Nov 2015 15:46 WIB
perdagangan
BPS: Perdagangan Bali-Singapura Surplus
Ilustrasi BPS (FOTO ANTARA/Andika Wahyu)

Metrotvnews.com, Denpasar: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat perdagangan ekspor berbagai jenis barang kerajinan dan nonmigas daerah Bali dengan Singapura mengalami surplus hingga USD5,1 juta dalam kurun waktu Januari hingga September 2015.

"Mitra bisnis asal Singapura banyak membeli aneka ragam perhiasan, pakaian jadi, barang rajutan, dan kerajinan berbahan baku kulit untuk dijual kepada turis internasional di sana," kata Ni Made Kusuma Dewi, pengusaha sekaligus pengekspor, seperti dikutip dari Antara, di Denpasar, Minggu (8/11/2015).

Ni Made Kusuma Dewi mengatakan Singapura merupakan jalur perdagangan dunia sekaligus negara persinggahan turis mancanegara sehingga banyak memerlukan aneka barang untuk dijadikan kebutuhan. Maka, aneka barang kerajinan buatan masyarakat Bali yang bernilai seni cukup laku keras di negeri itu.

Perhiasan dan permata buatan Bali yang diekspor selama September 2015 mencapai 26,05 persen, menyusul ke Hong Kong sebesar 21,82 persen, Australia 15,07 persen, dan sisanya kepada negara lainnya.

Aneka barang rajutan yang dipasarkan pengusaha Bali ke pasar ekspor juga terbanyak ditujukan ke pasar Singapura mencapai 29,64 persen selama September 2015, menyusul pembeli dari Amerika Serikat 18 persen dan di tempat ketiga Inggris 12,46 persen.

Aneka barang kerajinan berbahan baku kulit, seperti sandal, sepatu, baju, dan aneka ragam tas dengan rancang bangun yang antik terbanyak dijual ke Jepang 27,61 persen menyusul ke Singapura sekitar 19,09 persen dan Hong Kong 7,95 persen.


(ABD)