PMN Dibekukan, Kementerian ESDM Optimistis Sektor Listrik Lancar

Annisa ayu artanti    •    Senin, 09 Nov 2015 11:10 WIB
listrikpmn
PMN Dibekukan, Kementerian ESDM Optimistis Sektor Listrik Lancar
Menteri ESDM Sudirman Said (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), utamanya PT PLN (Persero) mampu menjalankan programnya secara maksimal meski anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) tidak disetujui masuk ke Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016.

Menteri ESDM Sudirman Said menjelaskan, salah satu perusahaan BUMN yang mendapatkan PMN adalah PLN dan anak usahanya, Perta sebesar Rp11,6 triliun. Kendati PMN dibekukan, namun Sudirman merasa yakin PLN mampu menjalankan program kelistrikan, utamanya pembangunan megaproyek 35.000 megawatt (MW).

"PMN yang dialokasikan ke PLN itu sekitar Rp10 triliun dan ke anak usaha Perta Rp1,6 triliun. Jadi semuanya sekitar Rp11,6 triliun. Saya masih punya harapan bahwa pada akhirnya kita punya solusi dan sekarang saya belum perlu khawatir. Kalaupun kemarin disepakati, butuh waktu juga," jelas Sudirman, di Hotel Dharmawangsa, Jalan Wijaya, Jakarta, Minggu 8 November.

Lebih dari itu, Sudirman berharap, dalam APBNP 2016 nanti perusahaan BUMN mendapat suntikan dana melalui PMN. Hal itu penting agar perusahaan BUMN yang mengemban tugas berat dapat menjalankan programnya dengan maksimal.

"Jangka panjang BUMN (diharapkan) dapat suntikan baru (sehingga) punya kemampuan keuangan baru dan program yang kita agendakan dapat terlaksana," harap dia.

Sebelumnya, manajemen PLN menyatakan penundaan PMN dalam APBN 2016 tidak akan mengganggu pembangunan sektor kelistrikan. Hal itu dikatakan Direktur Bisnis Region Jawa Bagian Tengah PLN Nasri Sebayang. Ia mengatakan PLN telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi terbaik untuk mengatasi penundaan anggaran tersebut.

"Penundaan PMN, tentunya kalau ada penundaan anggaran ya ada pengaruhnya. Tapi kita mitigasi. Kita cari langkah-langkah terbaik bila terjadi penundaan," kata Nasri.



(ABD)