PMN Belum Disetujui, Keuntungan WIKA Terancam Berkurang

Eko Nordiansyah    •    Senin, 09 Nov 2015 15:31 WIB
wijaya karya
PMN Belum Disetujui, Keuntungan WIKA Terancam Berkurang
Ilustrasi -- MI/PANCA SYURKANI

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) menjamin proyek infrastruktur akan tetap berjalan di waktu-waktu mendatang meski anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 masih belum disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo mengatakan, dana dari PMN bisa dimanfaatkan oleh perusahaan untuk proyek-proyek yang telah direncanakan. Kalaupun harus mencari dana melalui jalan lain akan menggerus keuntungan perusahaan karena tekanan bunganya.

"Terus terang kalau kami ingin investasi di bidang energi tanpa PMN tetap kami akan jalankan. Tapi keuntungannya akan berkurang karena akan ada biaya bunganya," kata dia, dalam public expose di acara Investor Summit and Capital Market Expo (ISCME), di Gedung BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2015).

Untuk itu, dirinya berharap, jika penyaluran PMN bisa benar-benar direalisasikan dalam pembahasan selanjutnya atau di RAPBNP 2016. Apabila tidak tercapai maka perseroan akan mengandalkan alternatif pembiayaan lain seperti obligasi, global bond, atau medium term notes (MTN).

"Mudah-mudahan PMN untuk kami tetap jadi. Kalaupun tidak kami akan pilih biaya alternatif yang bunganya paling terendah, apakah obligasi atau global bond, itu sedang dihitung," terang dia.

Adapun beberapa proyek yang rencananya akan dibiayai melalui PMN sebesar Rp4 triliun di antaranya pembangunan kawasan industri Kuala Tanjung Rp480 miliar, PLTU Banten 2x1.000 MW Rp1,69 triliun, dan PLTU Aceh 2x200 MW Rp1,2 triliun.

Kemudian untuk proyek jalan tol di antaranya tol Sorean-Pasir Koja Rp113 miliar, tol Manado-Bitung Rp198 miliar, tol Samarinda-Balikpapan Rp238 miliar, dan proyek water treatment plant (WTP) Jatiluhur Rp84 miliar.


(ABD)