Kapolri Akan Pecat Oknum Polisi Terduga Pemerkosa

Ilham wibowo    •    Senin, 09 Nov 2015 16:04 WIB
pemerkosaan
Kapolri Akan Pecat Oknum Polisi Terduga Pemerkosa
Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti--Antara/Agung Rajasa

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengisyaratkan akan memecat anggotanya yang diduga melakukan pelecehan seksual di Jakarta Barat. Siapapun sama dimata hukum dan akan ditindak.

"Artinya siapapun yang melanggar hukum harus ditindak. Prosesnya sama," kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (9/11/2015).

Menurut jenderal bintang empat ini, penegakan hukum terhadap polisi dan masyarakat sipil sama saja. Meskipun sebagai anggota polisi, jika melakukan tindak pidana akan diproses sesuai ketentuan. Bahkan pemecatan. "Ya, nanti setelah itu (proses pidana)," ucap Kapolri.

Polsek Tamansari meringkus empat orang yang diduga melakukan pemerkosaan kepada seorang perempuan, S, 22, di sebuah hotel di kawasan Karawaci, Tangerang. Salah satu pelaku merupakan polisi.

Perbuatan bejat itu terjadi Senin malam lalu. Salah satu pelaku merupakan oknum anggota Polsek Kalideres bernama Dedi Aleksander Sinaga, 33.

"Iya, benar ada kasus pemerkosaan yang salah satu pelakunya anggota Polsek Kalideres," kata Kapolsek Tamansari, AKBP Suwarno, ketika dikonfirmasi, Minggu (8/11/2015).

Kasus berawal ketika salah satu pelaku, Nicky, 37, mendatangi tempat kos korban dengan alasan ingin mencari kos-kosan. Keduanya lalu bertukar nomor telepon. Kemudian Nicky meminta korban datang ke kamar 204 Hotel Balvena, Tamansari, Jakarta Barat. Setibanya di hotel, empat orang pelaku langsung menodong korban dengan senjata api.

Pelaku menuduh S sebagai pengedar narkoba. Kemudian pelaku menyita telepon genggam dan meminta uang sejumlah Rp1 juta dari korban.

Esok harinya, S kembali dibawa ke Hotel Jasmin di kawasan Karawaci, Tangerang, untuk diperkosa. Saat ini keempat pelaku telah diamankan di Polsek Tamansari untuk diperiksa lebih lanjut. Kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh empat orang tersebut saat ini masih dalam pengembangan. "Mau dikembangkan dan diperiksa terlebih dulu," tegas Suwarno.


(YDH)