Soal Lobbyist, Komisi I Panggil Menlu

Githa Farahdina    •    Senin, 09 Nov 2015 16:28 WIB
kemenlu
Soal <i>Lobbyist</i>, Komisi I Panggil Menlu
Mahfudz Siddiq. Foto: Ramdani/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama disebut diatur lobbyist. Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq enggan berpolemik. Dia mengaku percaya pada pernyataan resmi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.  

"Kalau saya tetap sementara ini berpegang pada penjelasan Menlu," kata Mahfudz di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2015).

Sebelum pertemuan tersebut, menteri luar negeri kedua negara biasanya bertemu terlebih dahulu. Namun, Mahfudz mengaku belum mendapat penjelasan dari pihak Kemenlu.

"Apakah itu diatur Kemlu sama KBRI atau memang diatur pihak swasta. Walaupun kalau di Amerika praktik lobi itu biasa saja sebenarnya," tambahnya.

Komisi I akan mengklarifikasi ini kepada Menlu Retno Marsudi. Klarifikasi akan dilaksanakan pada rapat kerja bersama Kemenlu. Artinya, klarifikasi baru bisa dilakukan setelah reses.

"Yang lebih penting kan nanti kita minta penjelasan mengenai hasil-hasil pertemuan. Terutama terkait pernyataan presiden yang menerima ajakan Obama untuk bergabung dengan Trans Pacific Partnership," terangnya.

Adanya isu keterlibatan lobbyist dalam pertemuan Jokowi dan Obama mencuat setelah akademisi Michael Buehler merilis artikel berjudul 'Waiting in the White House Lobby' pada 6 November 2015. Buehler menyebutkan bahwa ada konsultan asing yang mengatur kunjungan Presiden Joko Widodo di Amerika.

Namun hal tersebut sudah dibantah langsung oleh pihak Kemenlu. Mereka menegaskan bahwa kunjungan itu didasarkan atas undangan Presiden Obama kepada Presiden Jokowi.


(KRI)