Relawan Pinjamkan Buku untuk Usir Bosan di Halte

Roni Kurniawan    •    Rabu, 11 Nov 2015 12:19 WIB
minat baca
Relawan Pinjamkan Buku untuk Usir Bosan di Halte
Calon penumpang membaca buku yang disediakan Relawan Rindu Menanti di halte Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/11/2015). (Metrotvnews.com/Roni Kurniawan)

Metrotvnews.com, Bandung: Pemandangan baru hadir di salah satu halte bus di Bandung, Jawa Barat. Beberapa relawan Rindu Menanti menyuguhkan buku pada pengguna halte.

Para relawan tersebut, dengan sabar menyuguhkan buku-buku sebagai bahan bacaan calon penumpang. Tujuannya, selain mengusir rasa bosan, relawan ingin menumbuhkan budaya membaca di masyarakat. 

"Ini suatu gerakan santai dalam menebar virus gemar membaca dengan cara menyuguhkan bahan bacaan kepada calon penumpang yang menunggu di halte," ujar Rosihan Fahmi selaku penggagas gerakan Rindu Menanti saat ditemui Metrotvnews.com di Halte Jalan Pelajar Pejuang 45, Bandung, Rabu (11/11/2015).

Menurut Rosihan, para relawan itu membawa buku dengan jenis bacaan ringan milik pribadi masing-masing untuk calon penumpang. Namun, ia pun tetap menyediakan buku-buku jika para relawan tidak mempunyai buku.

"Jadi relawan yang disebut Penanti itu membawa buku bacaan ringan milik mereka ataupun saya menyediakan jika relawan tidak punya buku. Nah, buku itu nanti untuk menemani calon penumpang sambil baca-baca," imbuhnya.

Selain menyediakan buku, para relawa itupun, lanjut Rosihan, dibekali dengan alat kebersihan untuk membersihkan halte yang kerap dengan dicitrakan kotor.

"Jadi Penanti selain melayani Menanti (sebutan untuk calon penumpang yang menunggu di halte), mereka juga turut membersihkan halte," terangnya.

Diakui, pada hari pertama, Rabu 11 November baru ada dua orang yang bersedia menjadi relawan Rindu Menanti. Namun, setelah disebar melalui media sosial, banyak kalangan terutama mahasiswa di Bandung yang tertarik untuk menjadi relawan.

"Ini kita baru launching, baru ada dua orang. Tapi pas kita ramaikan di medsos, banyak yang berminat. Kita welcome saja, selama mereka benar-benar bersedia," ujarnya.

Sementara itu, Rosihan mengatakan komunitas yang baru berdiri pada dua pekan lalu, berharap bisa mengubah pandangan terhadap ruang publik. Salah satunya, halte yang dikenal dengan tempat yang tidak nyaman dan kurang aman.

"Ini juga sebagai upaya kita untuk melestarikan halte. Agar menunggu di halte itu asyik, tidak membosankan, dan ada juga ilmu yang bisa di dapatkan dari buku-buku yang disajikan," jelasnya.


(SAN)