Ekonomi Lesu, Kino Indonesia Catat Penjualan Rp1,74 Triliun

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 11 Nov 2015 13:00 WIB
kino indonesia
Ekonomi Lesu, Kino Indonesia Catat Penjualan Rp1,74 Triliun
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Kino Indonesia Tbk, perusahaan barang-barang konsumen di Indonesia, akan melepas sebanyak 16 persen saham ke publik untuk memperkuat fundamental perusahaan dalam jangka panjang. Hingga Juni 2015, perseroan mencatat penjualan mencapai Rp1,74 triliun di tengah perekonomian nasional yang melambat. 

Penjualan perseroan tumbuh sebesar 10 persen dari periode yang sama di 2014 sebesar Rpp1,59 triliun. Sementara laba bersih perseroan melesat dari Rp45,25 miliar di Juni 2014 menjadi Rp165,44 miliar di Juni 2015. Sedangkan aset KINO per Juni mencapai Rp2,21 triliun.

"Salah satu kunci keberhasilan pencapaian pertumbuhan bisnis perseroan karena KINO selalu memberikan fokus yang tiada henti dalam melakukan inovasi produk, dan melalui  anak perusahaan KINO, yaitu PT Dutalestari Sentratama (DLS), KINO telah memiliki jaringan distribusi yang ekstensif di seluruh wilayah Indonesia yang didukung oleh infrastruktur informasi teknologi yang modern dan portofolio merek personal care dan beverage yang mempunyai pangsa pasar yang besar," jelas Group Corporate-Finance Director Peter Chayson, dalam siaran persnya, di Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Menurut dia, untuk memperkuat positioning produknya, perseroan didukung oleh riset yang kuat, sehingga setiap produk yang dihasilkan memiliki probabilitas kesuksesan yang tinggi ketika ditawarkan pada konsumen.

"Orientasi produk-produk KINO adalah memenuhi apa yang konsumen inginkan. Karena itulah kami terus melakukan inovasi dengan dukungan riset, quality, dan development yang kuat untuk selalu memahami kebutuhan pasar. Kami memiliki tim yang khusus didedikasikan untuk melakukan kegiatan new product development yang terstruktur. Tim Kinovation namanya," jelas Peter.

Adapun grup Kino (KINO, dan entitas anak yang terdiri dari Kino International Pte. Ltd, PT Dutalestari Sentratama (DLS), Kino Care (M) Sdn. Bhd., Kino Vietnam Co. Ltd. dan Kino Consumer Phillipines Inc.) mulai berdiri dan mulai beroperasi sejak 1991.

Sampai saat ini, Grup Kino telah memproduksi dan memasarkan beragam produk dan merek barang konsumen di berbagai segmen pasar. Seperti produk personal care, product beverage (minuman kemasan) dan produk makanan serta produk farmasi. Selama lima tahun terakhir, penjualan produk-produk KINO tumbuh sebesar 284 persen.

Produk-produk KINO telah beredar di hampir satu juta titik penjualan di 35 provinsi seluruh Indonesia. KINO juga telah memperluas jaringan dan membangun basis pemasaran dengan adanya hubungan yang erat dengan distributor internasional di Asia, Australia, Timur Tengah, dan Afrika.

"Secara fundamental dan prospek bisnis, KINO optimistis dapat terus meningkatkan pertumbuhan kinerja secara positif. Hal ini pula yang memberikan keyakinan kepada kami untuk tetap melaksanakan IPO meskipun situasi pasar modal saat ini sangat dinamis," tambah Presiden Direktur KINO Harry Sanusi.


(ABD)