Gatot Jelaskan Proses Pembahasan APBD kepada Penyidik Kejaksaan

Achmad Zulfikar Fazli    •    Rabu, 11 Nov 2015 19:48 WIB
korupsi bansos
Gatot Jelaskan Proses Pembahasan APBD kepada Penyidik Kejaksaan
Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho memasuki Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan oleh tim Kejaksaan Agung di Jakarta, Rabu (11/11). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.

Metrotvnews.com, Jakarta: Gubernur Sumatra Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho, telah menyelesaikan pemeriksaannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial dan hibah 2013. Politikus PKS ini mengaku telah memberikan semua keterangannya secara jelas soal APBN dan Bansos kepada penyidik Kejaksaan Agung.

Gatot yang mengenakan rompi oranye tahanan ini, keluar dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi tempat dia diperiksa sekitar pukul 18.29 WIB. Kurang lebih selama lima jam Gatot menjalani pemeriksaan dengan penyidik Kejagung yang diketuai Victor Antonius.

"Tadi saya menjelaskan proses pembahasan APBD, salah satunya Bansos," kata Gatot usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/11/2015).

Namun, saat ditanyakan terkait adanya penyimpangan dalam penyaluran dana Bansos, suami dari Evy Susanti ini enggan menjawabnya. Dia lekas meninggalkan pewarta dan memasuki mobil tahan untuk kembali ke Rumah Tahanan.

Diketahui, penyidik Kejaksaan Agung mencecar sebanyak 30 pertanyaan kepada Gatot. Dia diusut seputar kewenangannya sebagai gubernur Sumatra Utara.

"Tadi ada 30 pertanyaan, (seputaran) ya tanggung jawabnya sebagai kepala daerah itu," kata Ketua Tim Satgassus Kejagung Victor Antonius.

Ini merupakan pemeriksaan pertama Gatot oleh Kejaksaan Agung setelah ditetapkan sebagai tersangka, 2 Oktober lalu. Akibat ulah Gatot ini, negara diperkirakan merugi sebesar Rp2,2 miliar.

Pemeriksaan Gatot berlangsung di KPK lantaran orang nomor satu di Sumatera Utara ini telah menjadi tahanan lembaga antikorupsi. Di KPK, gatot terjerat tiga kasus, yakni, dugaan suap hakim PTUN Medan, dugaan suap pengamanan perkara di kejaksaan, dan suap terhadap DPRD Sumut.


(OGI)