Ditahan, Tersangka Kasus Bansos Ikhlas

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 12 Nov 2015 19:13 WIB
korupsi
Ditahan, Tersangka Kasus Bansos Ikhlas
Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Sumatera Utara Eddy Sofyan ditahan - MTVN/ Lukman Diah Sari

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Sumatera Utara Eddy Sofyan resmi ditahan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung. Eddy ditahan usai diperiksa selama kurang lebih sembilan jam.

Eddy tampak pasrah keluar dari gedung Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejagung. Dia mengenakan rompi tahanan warna merah muda, dan segera masuk ke mobil tahanan Kejagung untuk menikmati kamar barunya di Rumah Tahanan Salemba cabang Kejagung.

"Secara pribadi saya harus ikhlas, sabar menerima cobaan ini," ujar Eddy saat diberondong pertanyaan wartawan, di Kejaksaan Agung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/11/2015).

Tersangka kasus dana Bantuan Sosial (Bansos) dan dana hibah Prov. Sumatera Utara itu mengaku bakal menjalankan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

"Sebagai warga negara yang baik ya, apalagi aparatur sipil negara yang harus patuh terhadap aturan hukum dan Insha Allah saya kooperatif, di dalam proses hukum selanjutnya," kata dia.

Sebelumnya Eddy ditetapkan sebagai tersangka terkait korupsi dana Bansos dan dana hibah tahun 2012-2013 di Provinsi Sumatera Utara. Eddy ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho.

Hari ini Eddy diperiksa sebagai tersangka. Dalam pemeriksaannya Eddy dicecar 24 pertanyaan.

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Arminsyah dalam penjelasannya beberapa waktu lalu mengatakan Eddy diduga meloloskan data yang belum lengkap terkait pencairan dana hibah.

"Dia (Eddy) meloloskan data-data yang belum lengkap terhadap lembaga penerima dana hibah Pemprov," kata Arminsyah di Kejagung, Jakarta Selatan, Senin (2/11/2015) malam.


(REN)