Usai Menguat, Rupiah Rentan Menuju Zona Negatif

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Nov 2015 10:12 WIB
kurs rupiah
Usai Menguat, Rupiah Rentan Menuju Zona Negatif
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma

Metrotvnews.com, Jakarta: Pegerakan dolar AS masih mengalami kenaikan terhadap sejumlah mata uang. Namun laju rupiah masih mampu bergerak positif, meski tipis.

Tren rupiah saat ini terpantau mulai bergerak sideways, yang menandakan masih mencari arah setelah mengalami penguatan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, gerak mata uang Garuda tersebut akan rentan dengan pembalikan arah jika tidak didukung dengan rilis data-data yang cukup positif.

"Investor diminta waspada dan tetap mencermati sentimen yang akan muncul mengingat juga terdapat peluang pembalikan arah melemah," tutur ‎Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang ‎diterima Metrotvnews.com‎, Jumat (13/11/2015).

Akan tetapi, lanjut dia, penguatan rupiah terhalangi sikap wait & see pelaku pasar (investor) menjelang pengumuman pidato Presiden ECB dan beberapa petinggi The Fed, termasuk Gubernur The Fed. Dia pun memprediksikan, dalam satu hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah akan berada di level Rp13.588-13.500 per USD berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI).

"Sejumlah sentimen masih ditanggapi positif terutama terkait dengan kondisi makroekonomi internal Indonesia, seperti ekspektasi positif akan isi Paket Kebijakan VII yang sempat batal diumumkan, target inflasi pemerintah di 2015 di bawah empat persen, dan sejumlah harapan positif pemerintah," jelasnya.

Sebelumnya diberitahukan, masih berlanjutnya penguatan memberikan ruang bagi Rupiah untuk dapat kembali melanjutkan tren kenaikannya meski jangka pendek. Reza pun berharap penguatan tersebut dapat berlanjut meskipun tetap mewaspadai dan mencermati sentimen yang akan muncul.


(AHL)