Penanganan Teror di Perancis Jangan Timbulkan Kekerasan Baru

Al Abrar    •    Minggu, 15 Nov 2015 12:09 WIB
prancis diserang
Penanganan Teror di Perancis Jangan Timbulkan Kekerasan Baru
Ilustrasi. Lilin tanda simpati warga Kanada terhadap aksi teror di Perancis. AFP PHOTO/FLORENCE CASSISI

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Setara Institute Hendardi sepakat teror bersenjata di Paris yang menewaskan 153 orang adalah tindakan biadab dan tidak berperikemanusiaan. Namun, penanganannya tak boleh menimbulkan kekerasan baru.

"Tindakan represif diperlukan tetapi sedapat mungkin tidak perlu menimbulkan kekerasan baru yang meluas. Teroris di manapun tidak pernah bisa dijustifikasi sebagai tindakan kelompok beragama," kata Hendardi melalui keterangan tertulisnya, Minggu (15/11/2015).

Hendardi menambahkan, meskipun teror tersebut tidak bisa ditoleransii, upaya penanganan tidak perlu menimbulkan kecemasan global. Apalagi, tambah dia, sampai menghalalkan segala cara sampai melahirkan teror baru.

Dampak lanjutan dari serangan ini, kata Hendardi, biasanya mengarah pada kebencian atas nama agama. Hal ini yang harus dihindari segala pihak.

Dia meminta Indonesia merespon dengan bijak kejadian di Perancis. Pemerintah perlu memperkuat immunitas warga dari berbagai syiar dan provokasi kebencian yang menjadi titik awal terorisme.

"Secara global, dunia harus terus menerus menguatkan perdamaian dan pemajuan hak asasi manusia, sebagai salah satu cara mencegah reproduksi teroris baru," tukas dia.


(OGI)