Daya Beli Turun, Pendapatan Astra Ikut Merosot

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 16 Nov 2015 14:58 WIB
astra international
Daya Beli Turun, Pendapatan Astra Ikut Merosot
Gedung Astra. Dok/Astra

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Astra International Tbk (ASII) mengalami pendapatan yang turun delapan persen menjadi Rp138,17 triliun di kuartal III-2015, dari posisi pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp150,58 triliun.

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto angkat bicara. Pendapatan yang turun dikarenakan akibat daya beli masyarakat Indonesia yang sedang menurun. Hal itu terlihat bisnis automotif yang menjadi andalan group pun turun 10 persen menjadi Rp5,3 triliun.

"Daya beli masyarakat turun, penjualan mobil pun turun," ujar Prijono ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Penjualan sepeda motor pun di bawah‎ naungan anak usaha perseroan, PT Astra Honda Motor (AHM) anjlok 14 persen menjadi 3,3 juta unit di sembilan bulan pertama tahun ini.

Meski ada penurunan penjualan, ‎pangsa pasar sepeda motor Honda naik menjadi 68 persen, dari posisi 63 persen di kuartal III-2014. Penurunan penjualan perseroan tidak lebih tinggi bila dibanding ruang lingkup nasional yang mencapai 20 persen.

Adapun penjualan mobil Astra, dia menyebutkan, perseroan mengalami penurunan 20 persen menjadi 382 ribu unit di kuartal III-2015. Pangsa pasar mobil pun turun menjadi 50 persen, dari posisi 51 persen per kuartal III-2014.

‎Penjualan yang menurun pun menimpa komponen automotif perseroan di PT Astra Otoparts Tbk.

‎Sekadar informasi, Astra International mengalami penurunan laba bersih sebesar 17 persen di kuartal III-2015 dengan meraup Rp11,99 triliun, dari posisi sebesar Rp14,49 triliun per September 2014.

‎"Merosotnya kinerja perseroan disebabkan oleh penjualan mobil yang menurun 20 persen dan penjualan motor menurun 14 persen. Selain segmen automotif, alat berat dan pertambangan, serta agribisnis juga berkontribusi menekan laba perseroan," urai Prijono belum lama ini.


(SAW)