Ambon Masuk Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia

M Rodhi Aulia    •    Senin, 16 Nov 2015 17:25 WIB
keagamaan
Ambon Masuk Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia
Wakil Ketua Badan Pengurus Setara Institute Bonar Tigor Naipospos--Metrotvnews.com/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Lembaga SETARA Institute menilai Kota Ambon, Maluku, menjadi satu dari 10 kota yang memiliki toleransi tertinggi di Indonesia. Toleransi khususnya dalam kehidupan umat beragama. Padahal, sebelumnya Ambon pernah dilanda kerusuhan agama.

Wakil Ketua Badan Pengurus Setara Institute Bonar Tigor Naipospos menjelaskan, salah satu faktor penilaian adalah peraturan daerah setempat yang tidak diskriminatif. Artinya, pemda tidak membuat kelompok tertentu gerah beribadah ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.

Perda yang tidak diskriminatif sangat berpengaruh pada kuantitas peristiwa yang memengaruhi kualitas kehidupan beragama masyarakat setempat. Di Ambon, gejolak sosial terkait agama relatif rendah, bahkan nyaris tak signifikan.

"Itu karena pemerintah daerah aktif melakukan komunikasi kepada semua pemuka agama setempat. Pemda dapat mengelola gejolak sosial bernuansa agama agar tidak meluas," kata Bonar dalam peluncuran Indeks Kota Toleran 2015 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/11/2015).

Bonar menambahkan, predikat kota paling toleran yang didapatkan Ambon lantaran masyarakat setempat menyadari kerugian konflik bernuansa agama. "Bagi mereka, perbedaan agama tidaklah harus dijadikan dasar perselisihan. Sehingga kekerasan masa lalu tidak terulang," ujar dia.

Peneliti SETARA Institute lainnya, Ismail Hasani, mengatakan, kesimpulan kota paling toleran dan sebaliknya, dihasilkan setelah memeriksa Regulasi Pemerintah yang tertuang di RPJMD dan Perda. Kemudian, tindakan pemerintah atau pernyataan dan respon atas suatu peristiwa menyangkut umat beragama.

Selain itu, pihaknya juga memeriksa jumlah peristiwa yang muncul dan memeriksa komposisi penduduk berdasarkan agama. "Semua indikator yang diteliti itu sangat berkaitan satu sama lain dan tidak bisa hanya dianggap toleran atau tidak toleran dengan hanya melihat satu indikator saja," ujar dia.

Sementara, kota yang dianggap memiliki bobot toleransi terendah dan bukan berarti terburuk, salah satunya adalah Kota Bogor, Jawa Barat. Sebab, pemda setempat memiliki andil melakukan pelarangan terhadap ibadah yang dilakukan kelompok Syiah.

Bonar menduga pelarangan itu kental dengan nuansa politis dan bukan semata-mata karena faktor ideologis. Hal itu lantaran menjelang pelaksanaan Pilkada beberapa tahun mendatang. Pun halnya yang terjadi di Bitung, Sulawesi Utara, terkait pelarangan pembangunan masjid. Bonar menegaskan, itu kuat kaitannya dengan faktor politis menarik simpati masyarakat nasrani.

Bonar berharap Pemda setempat dapat mengelola agar konflik kerukunan agama tidak meluas. Yaitu dengan mengeluarkan kebijakan tidak berdasarkan populasi semata, akan tetapi berdasarkan kebutuhan riil masyarakat setempat. Kemudian, Bonar juga mendesak agar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dapat mencabut Perda yang sifatnya diskriminatif.

Peluncuran indeks ini dilakukan karena bertepatan dengan peringatan Hari Toleransi Internasional setiap 16 November. Pada kesempatan ini, sebanyak 94 kota se-Indonesia diteliti dalam rentang waktu 3 Agustus 2015 hingga 13 November.

Poin terendah dari skala 1 hingga 7 dianggap terbaik. Berikut daftar Kota Paling Toleran versi SETARA Institute yang relatif total skornya sama:

1. Pematang Siantar dengan skor 1,47

2. Salatiga dengan skor 1,47

3. Singkawang dengan skor 1,47

4. Manado dengan skor 1,47

5. Tual dengan skor 1,47

6. Sibolga dengan skor 1,58

7. Ambon dengan skor 1,58

8. Sorong dengan skor 1,58

9. Pontianak dengan skor 1,58

10. Palangkaraya dengan skor 1,58


Sementara 10 Kota dengan Toleran Terendah adalah:

1. Bogor dengan skor 5,21

2. Bekasi dengan skor 4,68

3. Banda Aceh dengan skor 4,58

4. Tangerang dengan skor 4,26

5. Depok dengan skor 4,26

6. Bandung dengan skor 4,16

7. Serang dengan skor 4,05

8. Mataram dengan skor 4,05

9. Sukabumi dengan skor 4,05

10. Banjar dan Tasikmalaya dengan skor 4


(YDH)