Filter Bendera Prancis di Facebook Dicibir, Dikritik, Dikecam dan Dipuji

Ellavie Ichlasa Amalia    •    Senin, 16 Nov 2015 17:55 WIB
prancis diserang
Filter Bendera Prancis di Facebook Dicibir, Dikritik, Dikecam dan Dipuji
Zuckerberg menggunakan filter bendera Perancis pada gambar profil miliknya.

Metrotvnews.com: Serangan teroris di Paris, pekan lalu, masih ramai menjadi perbincangan di internet, termasuk oleh masyarakat Indonesia. Masyarakat dari seluruh dunia berbondong-bondong menyampaikan simpatinya atas kejadian tersebut melalui media sosial. Facebook sendiri telah mengaktifkan fitur Security Check untuk membantu orang-orang yang tinggal di Paris mengetahui keselamatan teman dan keluarga mereka.

Meskipun begitu, Paris bukanlah satu-satunya kota yang mengalami kejadian tragis seperti ini. Keputusan Facebook untuk mengaktifkan fitur Security Check hanya untuk warga Paris pun menimbulkan kecaman, walaupun Facebook sudah memberikan penjelasan.

Facebook juga memudahkan penggunanya untuk menunjukkan rasa simpati mereka atas penyerangan yang terjadi di Paris dengan memasang filter bendera Prancis di gambar profil akun Facebook. Banyak masyarakat Indonesia yang juga menunjukkan simpati mereka pada korban penyerangan Paris dengan cara menggunakan filter bendera Prancis.

Namun, banyak juga yang mencibir tindakan itu. Salah satu netizen dengan akun Oglex Hopkin Jones berkata, "Hari ini wall FB penuh dengan bendera France... Tapi saat asap menggila di rumah sendiri, sampai-sampai merenggut nyawa balita, kenapa nggak ada bendera Indonesia di wall FB yah..."

Sindiran seperti ini tak hanya datang dari warga Indonesia. Masyarakat dari berbagai negara juga mengeluarkan sindiran yang mempertanyakan mengapa simpati hanya ditunjukkan kepada korban penyerangan Paris.

Sementara penyerangan yang serupa juga banyak terjadi di negara lain. Di beberapa negara, seperti Palestina, Suriah dan Lebanon, puluhan nyawa manusia melayang hampir setiap hari. Hal ini bahkan sempat memicu timbulnya tagar #PrayForTheWorld.

Saat dituduh bahwa mereka hanya peduli pada golongan tertentu saja, Facebook menjelaskan mengapa mereka mengaktifkan fitur Safety Check hanya untuk warga Paris, sementara penyerangan serupa juga terjadi di negara lain, seperti Beirut, Lebanon. Melalui akun resminya, Mark Zuckerberg, CEO Facebook, juga menjelaskan mengapa fitur Safety Check hanya aktif karena serangan di Paris. 

"Hingga kemarin, kami hanya akan mengaktifkan fitur Safety Check untuk bencana alam. Kami telah mengubah peraturan ini. Dan nantinya, kami berencana untuk mengaktifkan fitur Safety Check ini untuk berbagai bencana yang disebabkan oleh manusia," kata Zuckerberg. "Kami peduli akan keselamatan semua orang. Dan kami akan bekerja keras untuk membantu meringankan beban orang-orang yang menjadi korban dari situasi."

Pernyataan dari Zuckerberg ini tidak diterima begitu saja oleh masyarakat. Seorang netizen dengan akun Mohammad Imran Ansari berkata, "Mr. Mark Zuckerberg! Saya meragukan integritas Anda. Mana bendera dari negara lain yang juga menghadapi serangan teroris setiap hari?"

Sementara seorang netizen lainnya, yang bernama Naser Al Samarai berkata, "Dear Mark! Di hari terjadinya penyerangan di Paris, Beirut juga mengalami pengeboman. Tidakkah Anda pikir masyarakat Lebanon juga memerlukan fitur Safety Check?"


(ABE)