Kunci Raih GCG se-ASEAN, BTN Perkuat Daya Saing

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 16 Nov 2015 22:02 WIB
btn
Kunci Raih GCG se-ASEAN, BTN Perkuat Daya Saing
BTN. (FOTO: ANTARA/Prasetyo)

Metrotvnews.com, Jakarta: Perusahaan di pasar modal diharapkan menerapkan good corporate governance (GCG). Langkah itu sejalan dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sudah merilis roadmap GCG sebagai pedoman perusahaan publik.

Sebagaimana diketahui, emiten yang meraih penghargaan GCG di ASEAN hanyalah dua emiten, yaitu PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

Pencapaian itu berbanding terbalik dengan negara-negara tetangga Indonesia yang meraih penghargaan 50 emiten se-ASEAN di Manila pada akhir pekan lalu. Thailand diwakili delapan emiten, Filipina diwakili 11 emiten, Singapura diwakili Delapan emiten, dan Malaysia diwakili enam emiten.

"Penerapan GCG jangan hanya di tingkat nasional saja, tapi diharapkan juga setingkat di level internasional. Langkah itu dilakukan agar Indonesia bisa menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)‎," ujar Direktur Utama Bank Tabungan Negara Maryono, saat ditemui dalam acara IICD Governance Conference & Award, ‎di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Senin (16/11/2015).

Penerapan GCG, sebutnya, menjadi tantangan tersendiri dalam mengahadapi MEA yang digelar akhir 2015. Oleh sebabnya, emiten harus memiliki daya saing tinggi. Alhasil, penerapan GCG baik di tingkat nasional maupun internasional dianggap penting.

"Dalam menghadapi MEA, kita hadapi tantangan di mana akan ada daya saing. Kita harus perkuat daya saing, karena akan adanya pemain baru di Indonesia. Maka dari itu, kita sesuaikan GCG di nasional maupun internasional," jelas Maryono.

Hingga saat ini, jumlah perusahaan publik sudah lebih dari 500an. Tapi, yang menang hanya dua emiten.‎ BTN sendiri dalam mendapatkan penghargaan GCG di ASEAN memerlukan waktu tiga tahun. Sepanjang waktu itu terbilang tidak sebentar.‎ Namun, BTN telah membuktikan dengan memperoleh penghargaan bank terbaik dan satu-satunya yang mewakili bank BUMN di Indonesia dalam penerapan GCG di kelompok ASEAN.

"Kami sebagai pelaku miliki pengalaman yang cukup dalam memenuhi ketentuan yang disusun OJK. Selama tiga tahun kita punya improvement yang luar biasa, sehingga penilaian GCG kita masuk dalam kategori internasional," pungkas dia.


(AHL)