Ada Ancaman Bom di Jerman, Wall Street Terjungkal

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 18 Nov 2015 07:44 WIB
wall street
Ada Ancaman Bom di Jerman, Wall Street Terjungkal
Ilustrasi aktivitas di bursa Wall Street. (FOTO: Reuters/Brendan McDermid)

Metrotvnews.com, New York: Saham-saham yang diperdagangkan di bursa Wall Street harus terhempas ke zona merah pada perdagangan Selasa waktu setempat. Pelemahan ini usai dibatalkannya pertandingan sepak bola antara Jerman dan Belanda atas kekhawatiran pemboman.

Reuters melansir, Rabu, 18 November, ketiga indeks utama AS telah berkelana ke wilayah positif setelah laporan pendapatan optimistis dari Wal-Mart dan Home Depot. Namun mereka dengan cepat melepaskan keuntungan setelah pertandingan persahabatan dibatalkan kurang dari dua jam sebelum dimulai karena indikasi serangan bom yang direncanakan di stadion di Hanover.

Baca: Koper Misterius Bikin Laga Jerman vs Belanda Dibatalkan

"Situasi ini menciptakan ketidakpastian dan di saat yang tidak menentu semua orang pergi," kata Managing Director Beam Capital Management LLC, Mohannad AAMA.

Meskipun terjadi pembalikan di pasar saham, saham Wal-Mart berakhir 3,54 persen lebih tinggi dan Home Depot naik 4,42 persen, sehingga mendorong indeks ritel S & P 500 naik satu persen.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 0,04 persen menjadi 17.489,5, indeks S & P 500 kehilangan 0,13 persen ke posisi 2.050,44, namun Nasdaq Composite menguat 0,03 persen ke level 4.986,02. Adapun tujuh dari 10 sektor besar S & P merosot di mana penurunan terbesar terjadi di sektor utilitas sebesar 1,85 persen.

Data yang dilaporkan Pemerintah AS menunjukkan pandangan terhadap kesehatan ekonomi AS, di mana harga konsumen meningkat pada Oktober setelah dua bulan berturut-turut menurun, kendati produksi industri turun.

Selain itu, kenaikan moderat inflasi bisa meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan depan, tapi output industri yang lemah menimbulkan kekhawatiran tentang ketahanan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal keempat.

Sekitar 7,5 miliar lembar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan rata-rata harian selama 20 hari perdagangan terakhir sebesar 7,2 miliar lembar saham, menurut data Thomson Reuters.


(AHL)