Waspada, Rupiah Berpeluang Tertekan Kembali

Ade Hapsari Lestarini    •    Rabu, 18 Nov 2015 07:59 WIB
kurs rupiah
Waspada, Rupiah Berpeluang Tertekan Kembali
Ilustrasi. (FOTO: AFP/ADEK BERRY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi berpeluang kembali tertekan setelah sempat menguat tipis pada perdagangan kemarin.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta dalam hasil risetnya memaparkan, tertekannya mata uang Garuda ini ditaksir akibat penguatan dolar AS secara global.

"Dolar index kembali naik hingga dini hari tadi setelah inflasi AS naik ke 0,2 persen secara YoY, melebihi ekspetasi," ungkap Rangga, dalam hasil risetnya, seperti dikutip Metrotvnews.com, Rabu (18/11/2015).

Dia menjelaskan, kondisi BI rate tetap berada di level 7,50 persen walaupun Bank Indonesia (BI) puas terhadap defisit neraca transaksi berjalan yang menipis dan inflasi yang diperkirakan terus turun mendekati target BI.

Selain itu, kekhawatiran terhadap kenaikan FFR target yang sempat mereda di RDG sebelumnya mulai bangkit lagi, terlihat dari BI yang menyebutkan kemungkinan kenaikan FFR target dalam waktu dekat.

"Tetapi pelonggaran moneter tetap dilakukan dengan memangkas GWM Primer sebesar 50 basis poin (bps) yang ditujukan mendorong pertumbuhan kredit walaupun sepertinya dampakanya tidak akan sebesar pemangkasan BI rate," paparnya.

Di sisi lain, kenaikan inflasi AS juga memicu naiknya imbal hasil US Treasury walaupun hanya tipis. Di sisi lain ketika dolar menguat harga komoditas turun drastis, di mana minyak mentah turun lebih dari dua persen diikuti oleh harga komoditas lainnya.

"Sentimen harapan kenaikan FFR target akan kembali dikonfirmasi dini hari nanti oleh rilis notulensi FOMC meeting yang jika mempertegas rencana kenaikan di 15 Desember, dolar index akan terpicu untuk tetap kuat," pungkasnya.


(AHL)