Tak Becus Urus Kasus Novanto, Desmond: MKD Bubar Saja!

Githa Farahdina    •    Rabu, 18 Nov 2015 13:53 WIB
pencatut nama presiden
Tak Becus Urus Kasus Novanto, Desmond: MKD Bubar Saja!
Desmond J Mahesa. Foto: Mochamad Irfan/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus pencatutan nama yang menyeret nama Ketua DPR Setya Novanto menjadi tantangan berat bagi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Kasus ini harus jadi momentum bagi MKD untuk membuktikan diri sebagai mahkamah yang objektif.

Jika tak mampu membongkar kasus ini, menurut Desmond, bukan hanya citra MKD yang rusak, DPR pun akan terdampak. Apalagi jika MKD tak transparan. Transparansi MKD yang payah, Desmond mencontohkan seperti misalnya saat menangani kasus pertemuan Novanto dan bakal calon Presiden Amerika Serikat Donald Trump, beberapa waktu lalu.

Dalam kasus itu, Novanto hanya dikenakan sanksi teguran. "Berarti MKD tidak ada guna kan? Bubar saja lah," tegas Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2015).

MKD, tambah Desmond, harus berhati-hati menuntaskan kasus ini. Beberapa nama anggota yang muncul pun harus ditanggapi dengan kehati-hatian.

"Sudirman kan baru menyerahkan transkrip, rekamannya belum. Bisa dipercaya tidak? Kan belum," tambah Desmond.

Namun jika bukti yang diserahkan Sudirman mengarah pada kebenaran, Desmond meminta MKD berani memanggil nama-nama yang mencuat dalam transkrip.

Diberitakan sebelumnya, Setya Novanto diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mendapatkan saham dari PT Freeport Indonesia. Novanto mengklaim bisa memuluskan perpanjangan kontrak karya PT FI.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said melaporkan Novanto ke MKD.  

Novanto bertemu dengan petinggi PT FI bersama pengusaha Riza Chalid. Dalam beberapa keterangan, Novanto menyebut PT FI kerap meminta bertemu Pimpinan DPR. Novanto mengajak Riza agar memiliki saksi pertemuan tak diinisiasi dirinya.



(KRI)