LPA Simpulkan Seks tak Lagi Tabu bagi Pelajar di Surabaya

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 19 Nov 2015 18:10 WIB
prostitusi
LPA Simpulkan Seks tak Lagi Tabu bagi Pelajar di Surabaya
Ilustrasi Prostitusi, Ant

Metrotvnews.com, Surabaya: Dunia seks bukan lagi hal tabu bagi kalangan pelajar di Surabaya, Jawa Timur. Pelbagai fenomena kehidupan layaknya suami istri dilakukan para pelajar di Kota Pahlawan.

Kepala Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Surabaya, Isa Anshori, kepada Metrotvnews.com, Kamis 19 November, menjelaskan banyak mendapat laporan dari warga soal kalangan pelajar yang nongkrong di warung kopi hingga larut malam. Atau kalangan pelajar ngumpul-ngumpul di tempat hiburan.

Lalu pelaku laki-laki mengantar teman perempuan pulang ke rumah lewat dari pukul 22.00 WIB. Ada remaja perempuan yang memasukkan teman pria ke rumah lalu mereka melakukan hubungan laiknya suami istri di kamar. Ada juga remaja cowok yang mengajak teman perempuan pulang ke rumah.

Selain itu, Isa pun mendapat laporan fenomena pelacuran di kalangan remaja. Penawaran jasa lebih tertutup. Misal melalui teman sekolah atau kerabat. Eksekusi dan transaksi berlangsung di hotel atau kos-kosan.

Dari laporan itu, kata Isa menyimpulkan seks bebas tak lagi asing bagi kalangan remaja di Kota Pahlawan. Buktinya, pada 17 November 2015, Polrestabes Surabaya membekuk seorang perempuan berusia 18 tahun yang menawarkan jasa prostitusi. Perempuan bernama Icha itu menawarkan temannya, Bu, 17, untuk melayani nafsu pria hidung belang.

(Baca: Perempuan Muda Jual Teman ABG-nya Seharga Rp400 Ribu)

Isa memandang fenomena itu terjadi karena kontrol sosial terbilang lemah. "Ada kelonggaran kontrol. Sehingga pelajar yang masih kategori anak-anak menganggap seks itu adalah hal biasa," kata Isa.

Menurut Isa, pihak keluarga dan sekolah berperan untuk memberikan pendidikan moral. Agar anak-anak tak salah langkah dan menganggap seks bebas sebagai gaya hidup.

Padahal, risiko seks bebas cukup tinggi. Satu di antaranya pelaku seks bebas berisiko mengalami penyakit kelamin menular.


(RRN)