Korupsi Jero Wacik

Ketakutan Stafsus SBY Saat KPK Tangkap Kepala SKK Migas

Renatha Swasty    •    Kamis, 19 Nov 2015 20:12 WIB
korupsi di esdm
Ketakutan Stafsus SBY Saat KPK Tangkap Kepala SKK Migas
Daniel Sparingga. Antara Foto/Reno Esnir

Metrotvnews.com, Jakarta: Jero Wacik kerap meyakinkan Staf Khusus Presiden SBY, Daniel Sparingga, bahwa uang yang ia berikan halal. Tapi, dia mulai khawatir ketika KPK menciduk Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. Daniel cemas duit dari Jero jadi masalah.

Daniel yang dihadirkan sebagai saksi untuk Jero mengungkapkan pada 16 Agustus 2013, tengah diadakan rapat di kantor Mensesneg. Saat itu, Rudi tertangkap tangan oleh KPK.

Merasa takut, Daniel lantas menanyakan uang yang kerap diterimanya dari Jero. "Saya tanya ke Pak Jero apakah uang yang kami terima ada kaitannya dengan ini dan dijawab tidak ada dan tidak perlu khawatir," ujar Daniel di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pisat, Kamis (18/11/2015).

Tak lama setelah pertanyaan itu, Daniel mengaku, ditelepon oleh Atena Falahti, orang Jero yang kerap mengantar uang ke  Daniel. Atena meminta tolong supaya atasan Daniel membantu menghalangi penggeledahan oleh KPK.

Daniel mengaku, tersinggung dan tidak nyaman ketika mendengar pernyataan itu. Daniel lantas mengatakan ke Atena bahwa dirinya dan atasan tidak bisa mengintervensi penegakan hukum.

"Jangankan ibu, besan Presiden tidak dibantu Presiden kalau ada masalah. Silakan hubungi atasan ibu, jangan hubungi saya lagi," Daniel membeberkan pembicaraannya dengan Atena.

Daniel menghubungi Jero untuk menyampaikan bahwa ia dihubungi Atena. Jero malah mengaku tidak mengenal Atena, namun berjanji menegur yang bersangkutan.

Mendengar pernyataan Jero, Daniel tetap khawatir dan menanyakan kembali perihal uang yang diterimanya. Jero lagi-lagi meyakinkan uang untuk Daniel halal.

Daniel mengaku, mendapat dana tambahan operasional untuk kantor Staf Khusus Kepresidenan Bidang Komunikasi Politik. Duit diterima sejak November 2011 hingga Juli 2013. Adapun uang yang diterima selama itu hingga Rp630 juta.

Dalam dakwaan diketahui uang yang diberikan Jero melalui Atena untuk bantuan kegiatan operasional bersumber dari dana kickback rekanan jasa konsultansi di Kementerian ESDM.

Jero meminta uang kepada bawahanya di Kementerian ESDM yaitu Waryono Karno, Didi Dwi Sutrisnohadi, Arief Indarto, Rida Mulyana, Ego Syahrial, Susyanto, Agus Salim, Indriyati, Sri Utami, dan Dwi Hardono untuk keperluan pribadinya selama  2011 sampai 2013, seluruhnya sejumlah Rp10.381.943.075.


(TRK)