Polri Tolak Audit Rekaman Novanto-Freeport

Dheri Agriesta    •    Jumat, 20 Nov 2015 13:52 WIB
pencatut nama presiden
Polri Tolak Audit Rekaman Novanto-Freeport
Junimar Girsang. Foto: Susanto/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyarankan rekaman percakapan yang diduga antara Ketua DPR Setya Novanto, petinggi Freeport berinisal MS dan seorang pengusaha Reza Chalid, tak perlu diaudit. Hal itu diputuskan setelah jajaran MKD menemui Badrodin di Rumah Dinas Kapolri, semalam. 

"Kemarin kita ketemu di kediaman beliau berdiskusi, beliau sarankan agar hasil rekaman tersebut sementara tidak perlu dilakukan audit karena toh sudah diakui ," kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Junimart menjelaskan sosok yang disebut terlibat percakapan dalam rekaman itu bisa saja tak mengaku. Namun, ada cara agar semua bisa terungkap. Rekaman percakapan itu bisa diperdengarkan saat pemeriksaan nanti. 

MKD, kata Junimart, hanya memproses pelanggaran etika dalam kasus ini. Namun, bagi Kapolri, upaya MKD merupakan bagian dari penegakan hukum.

"Menurut Kapolri bagian dari MKD itu proses penegakkan pelanggaran hukum. Tergantung nanti siapa yang merugikan. Kita tidak kerja sama (dengan Polri), kita hanya diskusi menanyakan audit rekaman," kata dia.

Novanto diadukan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke MKD pada Senin, 16 November 2015. Bekas Bendahara Umum Partai Golkar ini diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.

Beberapa kali pertemuan digelar. Novanto mengakui pertemuan ketiga dilakukan di Pasific Place, Jakarta Selatan, 8 Juni 2015. Tapi, Setya berdalih dirinya tak mencatut nama presiden dalam pertemuan tersebut, apalagi meminta saham.


(KRI)