Ambil Alih Freeport, Tidak Benar Rupiah Jadi Rp2.000/USD

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 20 Nov 2015 17:00 WIB
freeport
Ambil Alih Freeport, Tidak Benar Rupiah Jadi Rp2.000/USD
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak membenarkan nilai tukar rupiah akan menguat menjadi Rp2.000 per dolar Amerika Serikat (USD) jika kandungan emas pada tambang Freeport Indonesia diserahkan ke Pemerintah Indonesia.

Staf Khusus Menteri ESDM Said Didu mengatakan, tidak ada kesamaan antara penyerahan kandungan emas pada tambang Freeport dengan penguatan rupiah seperti yang dikatakan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli. Hal itu dikarenakan tidak bisa membicarakan perbaikan mata uang tanpa menghitung biaya, termasuk juga produksi.

"Terus yang menyatakan apabila itu dikuasai maka rupiah langsung jadi Rp2.000 per USD. Saya sampaikan tidak bisa kita transfer itu langsung menjadi uang. Karena adanya ongkos," kata Said Didu, saat berbincang dengan wartawan, di Kantor Direktorat Jendral Ketenagalistrikan, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Menurut Said Didu, sekarang ini ada model keterbukaan sehngga tidak bisa menghitung kandungan tambang yang kemudian langsung disetarakan dengan uang, karena pastinya ada biaya yang dikeluarkan. Malah, lanjut Said, biaya yang biasanya dikeluarkan tersebut akan jauh lebih besar.

"Ongkos tambang emas sekarang yang terbuka, sekitar USD700 sampai USD800 per ons 31,5 garam. Yang tambang underground sederhana mulai USD1.300 sampai USD2.000 per ons. Jadi kira-kira segitulah. sementara harga emas sekarang USD1.050 per ons, itu kenapa tambang bawah tanah sekarang tidak ada yang jalan karena harga emas turun," jelas dia.

Lebih lanjut, Said Didu meminta agar masyarakat tidak salah paham dan nantinya menyalahkan pemerintah terkait persoalan ini. Sebab, sangat jelas tidak bisa semudah itu prosesnya dikonversi menjadi uang. "Masyarakat jangan sampai salahkan pemerintah. Hati-hati kalau bicara dikonversi jadi uang," pungkas dia.


(ABD)