Rosan Janji Tuntaskan Hambatan Ekspor Sawit ke Eropa

Husen Miftahudin    •    Jumat, 20 Nov 2015 18:45 WIB
kadin
Rosan Janji Tuntaskan Hambatan Ekspor Sawit ke Eropa
Rosan Perkasa Roeslani (tengah) (ANTARA FOTO/Audy Alwi)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang baru untuk periode 2015-2020 diharap memberi solusi untuk memuluskan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia ke negara-negara Uni Eropa. Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara dengan produksi sawit terbesar dunia.

"Kadin bertanggung jawab menghapus stigma buruk CPO Indonesia. Kampanye hitam yang telah terbentuk selama ini harus dipatahkan. CPO kita ramah lingkungan dan mengutamakan prinsip-prinsip pelestarian alam secara berkesinambungan," ujar Wakil Ketua Umum bidang Perbankan dan Finansial Rosan Perkasa Roeslani, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat (20/11/2015).

Sebagai salah satu calon Ketum Kadin, Rosan berjanji, jika terpilih menjadi orang nomor satu di Kadin akan meyakinkan masyarakat internasional bahwa CPO Indonesia ramah lingkungan dan mengutamakan prinsip-prinsip pelestarian alam secara berkelanjutan (sustainability). "Kadin akan menuntaskan persoalan ini untuk kebangkitan ekonomi nasional," papar dia.

Menurut Rosan, industri CPO sangat penting bagi Indonesia. Karena selain menjadi penopang ekspor nonmigas nasional, ekspor CPO juga berkontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pemasukan devisa negara. "CPO adalah penghasil devisa dan industrinya memberikan kesempatan kerja bagi jutaan rakyat Indonesia," pungkas Rosan.

Sebagai informasi, saat ini lahan petani sawit yang sudah disertifikasi berdasarkan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) mencapai 143 ribu hektare (ha). Lahan seluas itu melibatkan sekitar 50 ribu petani dari total jumlah petani sawit sebanyak empat juta orang.

Sementara itu, ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa terus menurun secara drastis. Bahkan saat ini hanya sekitar 3,5 juta ton per tahun dari total ekspor CPO ke Uni Eropa yang mencapai 22-23 juta ton per tahun.


(ABD)