Masyarakat Bakal Kaget Bila Berkunjung ke Museum Bung Karno

Misbahol Munir    •    Minggu, 22 Nov 2015 20:29 WIB
megawati
Masyarakat Bakal Kaget Bila Berkunjung ke Museum Bung Karno
Megawati Soekarnoputri resmikan museum Bung Karno di Bali,--Foto: Dok/Istimewa

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri meresmikan perpustakaan dan Museum Bung Karno di Bali. Perpustakaan dan museum ini diyakini memiliki daya tarik sendiri bagi masyarakat yang akan berkunjung.  Selain koleksi sang proklamator, foto Megawati saat menggendong putra keduanya Prananda Prabowo diyakini akan menjadi daya tarik pengunjung Perpustaan dan Museum Bung Karno di Denpasar Bali.
 
"Saya meyakini para pengunjung akan tersentak kaget saat melihat salah satu foto bersejarah di museum ini, yang bercerita tentang ketangguhan dan semangat Megawati sebagai penerus perjuangan Presiden Soekarno," kata Ketua Yayasan Perpustakaan Bung Karno, Gus Marhaen, seperti dilansir Antara, Minggu (22/11/2015).
 
Di perpustakaan yang berlokasi di Jalan Raya Puputan Denpasar Bali tersebut, menghimpun jutaan koleksi Presiden Soekarno, mulai dari dokumen-dokumen berbentuk tulisan, naskah pidato, buku-buku, foto-foto, sampai tempat tidur.
 
Pada saat peresmian Gedung Perpustakaan dan Museum Bung Karno, Megawati mendandatangani prasasti, sebagai simbol dibukanya perpustakaan dan museum bagi masyarakat yang ingin belajar sejarah dan pernak-pernik perjalanan hidup Sang Proklamator.
 
Bersama Megawati, hadir Bintang Puspayoga, istri Menteri Koperasi dan UKM Ngurah Puspayoga, Ketua DPP PDI Perjuangan Prananda Prabowo, Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Eriko Sotarduga, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali I Wayan Koster, serta Ketua Yayasan Perpustakaan Bung Karno Gus Marhaen. 
 
Menurut Gus Marhaen, foto Megawati yang menggendong putra keduanya itu adalah hasil reproduksi dari foto yang dibuat pada tahun 1970-an.
 
"Ada dua bintang utama, yakni Bu Megawati dan putra keduanya Prananda Prabowo, yang kini menjadi salah satu ketua DPP PDI Perjuangan. Kami merinding melihat foto itu," kata Gus Marhaen.
 
Gus Marhaen juga mengambil inisiatif menyandingkan foto tersebut dengan hasil wawancara Megawati di surat kabar Dwiwarna, yang dilakukan setelah Megawati melahirkan Prananda Prabowo, pada 23 April 1971. Tiga bulan sebelum Megawati melahirkan Prananda, suami pertama Megawati dikabarkan hilang karena kecelakaan pesawat TNI AU.
 
Menurut Gus Marhaen, dalam wawancara itu, Megawati juga mengungkapkan asal nama Prananda, serta harapan agar putranya itu melanjutkan cita-cita sang ayah dan kakeknya, Soekarno, dalam berjuang untuk keagungan rakyat dan bangsa.
 
"Insya Allah, putra-putra saya ini melanjutkan cita-cita sang ayah, terutama meneruskan cita-cita perjuangan kakeknya," cetus Gus Marhaen menirukan ucapan Megawati.
 
Dalam tulisan itu, diketahui nama asli Prananda adalah Muhammad Prananda Prabowo Sura Megendra Karna Djaja, yang merupakan gabungan usulan nenek, kakek, dan pamannya.


(MBM)