Kasus Novanto, Presiden dan Wapres Diminta Tak Membisu

Misbahol Munir    •    Senin, 23 Nov 2015 20:00 WIB
pencatut nama presiden
Kasus Novanto, Presiden dan Wapres Diminta Tak Membisu
Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin,--Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kisruh mengenai kasus pencatutan nama presiden dan wakil presiden yang diduga dilakukan Ketua DPR Setya Novanto diprediksi bakal lenyap. Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di MPR Tubagus Hasanuddin menilai, kasus tersebut semakin tidak jelas kecenderungannya.

Menurut dia, rakyat hanya menjadi korban dari dampak hiruk pikuk kasus ini.  "Kasus Ketua DPR dengan Freeport jadi seperti bola liar, menggelinding ke mana-mana. Fitnah dan saling serang semakin seru, media pun semakin tak jelas. Masing-masing membawa misi pemiliknya. Ujung-ujungnya rakyat yang jadi korban," jelas Hasanuddin dalam keterangannya, Senin (23/11/2015).  

Wakil Ketua Komisi I DPR ini menilai, sejak awal Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tak memberi contoh untuk menjadikan kasus tuntas. Pasalnya langkah yang diambil adalah penyelesaian secara politik. Sehingga akhir dari cerita kasus ini sudah bisa ditebak.

"Andaikan saja presiden atau wakil presiden masih mau memberi contoh penyelesaian terbaik, yaitu melalui jalur hukum. Lalu melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum, insya Allah masalahnya akan menjadi lebih terang," tegas dia.  

Dia khawatir ekses dari kasus ini kekecewaan rakyat semakin meluap. Karena ketidakseriusan pemerintah terutama Presiden dan Wapres menyelesaikan kasus ini.

"Siapa yang penipu dan siapa yang ditipu akan lebih jelas. Kalau presiden/wakil presiden diam membisu seperti sekarang. Tidak mustahil kemarahan rakyat akan semakin memuncak, dan tak bisa dibendung," kata mantan Sekretaris Militer Kepresidenan periode 2001-2005 itu.

Padahal kata Hasanuddin kasus ini momentum bagi Jokowi membersihkan para makelar dan mafia. "Ini warning (peringatan) bagi siapapun yang sedang duduk di pemerintahan. Ini momentum untuk Jokowi membersihkan semua mafia, terutama mafia Freeport dan Petral," kata dia.


(MBM)