Ulama dari 34 Negara Berkumpul di Malang Bahas Terorisme

Aditya Mahatva Yodha    •    Senin, 23 Nov 2015 21:45 WIB
konferensi icis
Ulama dari 34 Negara Berkumpul di Malang Bahas Terorisme
Sekjen ICIS, K.H. Hasyim Muzadi berpidato di sela pembukaan Konferensi Cendekiawan Muslim Internasional (ICIS) ke-4 di Aula Rektorat, Universitas Islam Maulana Maliki Ibrahim, Malang, Jawa Timur, Senin (23/11). Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Metrotvnews.com, Malang: Ratusan cendekiawan dan ulama sufi dari 34 negara menghadiri Konferensi Cendekiawan Muslim Internasional (International Conference of Islamic Scholars/ICIS) keempat di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Jawa Timur. Acara ini dimulai pada Senin, 23 November hingga Rabu, 25 Nopember.

Rektor UIN Maliki, Prof. Mudjia Rahardjo, mengatakan penyelenggaraan keempat ICIS ini akan memfokuskan pada pembahasan aksi radikalisme, terorisme, dan berbagai konflik yang mengatasnamakan Islam. Ratusan cendekiawan dan ulama yang diundang diharapkan mampu menciptakan kondisi Islam yang moderat dan membangun perdamaian di dunia Internasional.

"Rekomendasi dari diskusi ini akan disebarluaskan ke seluruh pemangku kepentingan dunia," kata Mudjia, di sela-sela acara ICIS.

Mudjia menambahkan ICIS kali ini diharapakan dapat memperkuat peran Indonesia di dunia Islam sebagai jembatan dunia Islam dan Barat. Indonesia diharapkan bisa menemukan solusi atas berbagai persoalan serta konflik di dunia Islam.

Hal senada dikatakan Sekretaris Jenderal ICIS, K.H. A. Hasyim Muzadi. Menurutnya, ICIS harus bisa memperkuat pandangan Barat kalau Islam itu moderat. Terbukti Islam yang berkembang di Indonesia bisa berdampingan dengan agama-agama lain. "Indonesia mampu menjadi pemersatu dunia karena Islam di Indonesia sebagai contoh Islam yang rahmatan lil alamin," kata Hasyim.

Agenda keempat ICIS mengundang 65 tokoh agama dan ulama berpengaruh dari 34 negara, serta 500 ulama seluruh Indonesia, akademisi, dan duta besar negara sahabat. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla; Ketua Jamaah Thoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyah, Habib Luthfi Bin Yahya; mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Datuk Sri Haji Abdullah bin Haji Ahmad Badawi; Menteri Agama Brunei Darussalam, Dato Ustaz Haji Badarudin bin Dato Haji Othman; dan Mufti Syiriah, Taufik Romadhon Al Bouthi.


(UWA)