Polri Pantau Pergerakan WNI Sepulang dari Suriah

Lukman Diah Sari    •    Kamis, 26 Nov 2015 12:25 WIB
isis
Polri Pantau Pergerakan WNI Sepulang dari Suriah
Sidney Jones memaparkan analisa dan pergerakan terorisme di Indonesia dalam diskusi di Institut Peradaban, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu 13 Mei 2015. Foto: MI/Susanto

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepolisian memantau pergerakan warga Indonesia yang baru pulang dari Suriah. Di sana, mereka diduga bergabung dengan kelompok radikal ISIS.

Data Kepolisian, WNI yang baru pulang dari Suriah sebanyak 70 orang. "Kami akan pantau terus itu," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti saat dihubungi, Kamis (26/11/2015).

Menurut Kapolri, beberapa di antaranya pulang karena dideportasi, ada juga yang kembali ke Tanah Air atas keinginan sendiri.

Sementara Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso menyebut WNI yang baru pulang dari Suriah lebih dari 100 orang. Soal perbedaan data ini, menurut Kapolri, bisa dikonfirmasi ke BIN. "Kalau data kami, tidak sebesar itu," ujar Kapolri.

Kapolri belum bisa memastikan kemungkinan adanya WNI yang pulang dari Suriah secara sembunyi-sembunyi. Menurutnya, WNI berangkat ke Suriah dengan biaya sendiri, tanpa ada yang mengkoordinir mereka. "Bahkan ada yang menjual aset."

Sutiyoso berharap peran masyarakat memerangi terorisme dan radikalisme. Dia menegaskan, masyarakat ibarat mata dan telinga BIN dalam upaya memberantas organisasi radikal.

"Kalau melihat sesuatu yang ganjil, sesuatu yang aneh cepat lapor kepada kami, jangan sudah terjadi baru lapor. RT/RW harus menjalankan aturan yang ada," kata Sutiyoso.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, Indonesia belum terindikasi menjadi sasaran kelompok ISIS. Menurutnya, target operasi ISIS masih di Timur Tengah dan Eropa.

"Jangan cemas, kami kerja serius. Kami masih secara ketat lakukan monitoring (ISIS)," kata Luhut, Kamis 19 November.

Pengamat terorisme Sidney Jones sekitar 200 hingga 300 WNI bergabung dengan ISIS. Selama Maret dan April 2015 sebanyak 38 WNI tewas di Irak dan Suriah karena berperang.

Beberapa waktu lalu, ISIS beroperasi di Paris, Prancis. Kelompok ini mengaku bertanggung jawab atas serangkaian pengebomam dan penembakan di kota itu. ISIS juga menembak pesawat Metro Jet milik Rusia.


(TRK)