Pengembangan Kilang Cilacap, Pertamina Hemat Impor USD15,6 Juta/Hari

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 26 Nov 2015 20:23 WIB
kilang cilacap
Pengembangan Kilang Cilacap, Pertamina Hemat Impor USD15,6 Juta/Hari
Ilustrasi. FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma.

Metrotvnews.com, Cilacap: PT Pertamina (Persero) mengklaim bakal menghemat biaya impor hingga USD15,6 juta per hari dari pengembangan Refinery Unit IV Cilacap. Pengembangan kilang Cilacap meliputi Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC), Proyek Langit Biru Cilacap (PLBC) dan Refinery Development Master Plan (RDMP).

RFCC sendiri telah selesai dibangun pada Oktober 2015 dan akan mengolah feed stock berupa LSWR (Low Sulfur Waxy Residue) sebanyak 62.000 barel per hari, yang dihasilkan dari Crude Distillation Unit (CDU) II menjadi produk bernilai tinggi, yaitu HOMC, peningkatan produksi LPG dan produk baru Propylene.

Pada saat beroperasi 100 persen, RFCC dapat memproduksi HOMC sekitar 37.000 barel per hari, 1.066 ton per hari LPG, dan 430 ton per hari propylene. Dari produksi HOMC tersebut, sebagian besarnya diproses lebih lanjut untuk diproduksikan menjadi Premium sehingga impor Premium dapat ditekan.

"Saat ini, produksi Premium dari kilang Cilacap sebanyak 61.000 barel per hari dan dengan beroperasinya RFCC, produksi Premium dari Kilang Cilacap akan menjadi 91.000 barel per hari," kata Direktur Utama Pertamina Dwi Sutjipto di Refinery Unit IV Jalan Letjen MT Haryono, Tegalrejo, Cilacap, Kamis (26/11/2015).

Sementara itu, untuk proyek PLBC Pertamina telah menunjuk JGC Corporation sebagai kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC). Proyek senilai USD392 juta ini memungkinkan produksi gasoline dari Refinery Unit IV Cilacap 100 persen memiliki RON 92 dengan total kapasitas 91.000 barel per hari.

Untuk proyek RDMP, Pertamina telah mengandeng Saudi Aramco untuk pelaksanaan proyek upgrading Refinery Unit IV Cilacap yang merupakan bagian RDMP dengan perkiraan nilai investasi USD5,5 miliar.

Di samping itu, proyek RDMP juga akan memberikan tambahan produksi Pertamax sebanyak 40 ribu barel per hari, Avtur sebanyak 40 ribu barel per hari, Solar sebanyak 60 ribu barel per hari, Aromatik sebanyak 750 ton per hari, serta PolyPropylene sebanyak 472 ton per hari.

"RFCC ada tambahan penerimaan sekaligus penghematan impor 3,6 juta dolar per hari. PLBC ada tambahan penerimaan sekaligus penghematan impor 1,5 juta dolar per hari. RDMP ada tambahan penerimaan sekaligus penghematan impor 10,53 juta dolar per hari. Sehingga totalnya ada 15,6 juta dolar per hari," pungkas dia.


(SAW)