Empat Pilar Penanganan Arus Pengungsi di Kawasan

Fajar Nugraha    •    Jumat, 27 Nov 2015 16:54 WIB
imigran gelap
Empat Pilar Penanganan Arus Pengungsi di Kawasan
Dirjen Multilateral Kemenlu Hasan Kleib dan Wamenlu A.M Fachir (Foto: MTVN/Fajar Nugraha)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal Multilateral Kementerian Luar Negeri Hasan Kleib menyebutkan empat pilar penanganan arus pengungsi.

Menurut Hasan pertemuan Jakarta Meeting yang membahas pengungsi sudah berlangsung sejak 2013. Dalam pertemuan itu disepakati Jakarta Declaration yang ditujukan untuk menangani arus pengungsi di kawasan.

"Ada empat pilar penanganannya. Pertama Prevention atau pencegahan, kedua deteksi dini, Ketiga perlindungan dan keempat penegakkan hukum," ujar Hasan Kleib di Jakarta Declaration Roundtable Meeting on Addressing the Root Causes of Irregular Movement of Persons di Hotel Mandarin Oriental Jakarta, Jumat (27/11/2015).
 
"Dari empat itu, sudah ada mengenai perlindungan. Bagaimana melindungi mereka yang di laut. Tahun ini kan harusnya Bali Process, tapi awal tahun. Kita lihat pilar pertama, pencegahan. Kalau kita liat pencegahan, itu kan di negara asal. Mari identifikasi apa sih trafficking in persons, People smuggling?," imbuhnya.

"Mereka (pengungsi) berangkat tadinya mau diselundupkan, tiba-tiba diperdagangkan. Pertemuan ini ngobrol lah (mengenai penanganan pengungsi). Kita identifikasi apa sih yang sebabkan orang tinggalin rumahnya?" sebut Hasan.

Itu sebabnya Jakarta Declaration Roundtable Meeting ini diadakan di Jakarta dengan mengundang 14 negara. Negara yang diundang ini disebut sebagai negara yang terkena efek dari arus pengungsi, termasuk juga empat organisasi internasional seperti UNHCR, UNODC, UNDP dan IOM.

Hasil dari pertemuan ini akan dibawa ke dalam pertemuan Bali Process yang akan diadakan pada 2016 mendatang. Diharapkan hasilnya pun akan dibawa ke pertemuan masalah pengungsi di Jenewa.


(FJR)