Bebaskan Lahan JLS, Jember Alokasikan Rp24 Miliar

   •    Sabtu, 28 Nov 2015 10:33 WIB
infrastruktur
Bebaskan Lahan JLS, Jember Alokasikan Rp24 Miliar
Ilustrasi pembangunan jalan. (Metrotvnews.com/Kuntoro Tayubi)

Metrotvnews.com, Jember: Guna mendongkrak akses ekonomi di Jawa Timur bagian selatan, pemerintah membangun jalur lintas selatan (JLS). Jalur itu direncanakan sepanjang 618,80 kilometer, menghubungkan delapan kabupaten di Jatim.

Namun, penggarapannya belum selesai sepenuhnya. Bahkan, masih ada kabupaten yang belum menuntaskan pembebasan lahan. Kabupaten Pacitan, misalnya. Pemerintah setempat baru menganggarkan dana pembebasan lahan pada rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2016. 

"Untuk melanjutkan program pembangunan JLS, tahun 2016 nanti ada alokasi di Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga senilai Rp24 miliar dalam APBD yang sudah dibahas oleh Pemkab dan DPRD Jember," kata Ketua Komisi C DPRD Jember Siswono seperti dikutip Antara, Sabtu (28/11/2015).

Menurutnya, dana yang dialokasikan tersebut untuk pendampingan pelaksanaan proyek JLS yang sempat terbengkalai dan tidak dianggarkan dalam APBD selama beberapa tahun terakhir.

"Anggaran yang dialokasikan sebesar Rp24 miliar itu kemungkinan akan digunakan untuk pembebasan lahan yang belum tuntas dari Kecamatan Puger hingga Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo," tuturnya.

Ia mengatakan pembangunan jalan JLS tersebut akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jatim, sedangkan di daerah hanya mengalokasikan anggaran untuk pembebasan lahan.

"Untuk JLS, Kabupaten Jember sudah tertinggal jauh dengan Kabupaten Lumajang dan Banyuwangi yang sudah melakukan pengaspalan jalan, sedangkan di Jember belum sepenuhnya dilakukan pembebasan lahan," ucap politisi Partai Gerindra Jember itu.

Penjabat Bupati Jember Supa'ad yang juga menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim mengaku akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp60 miliar dari APBD Provinsi untuk melanjutkan pembangunan JLS di Jember.

JLS Jatim akan menghubungkan delapan kabupaten seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.


(SAN)