Kelebihan Kapasitas, Masalah Inti Bandara di Indonesia

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 28 Nov 2015 12:13 WIB
bandara
Kelebihan Kapasitas, Masalah Inti Bandara di Indonesia
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Metrotvnews.com, Jakarta: Revolusi layanan bandara harus dibenahi, apalagi jika terkait dengan infrastruktur. Permasalahan inti di Bandara saat ini ketika kapasitas penumpang melebihi dari yang direncanakan atau overcapacity.

Anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi Gerindra, Mohammad Hekal mengungkapkan, overcapacity inilah yang menyebabkan bottlenecking pada penumpang dan pesawat. Hekal mencontohkan, Bandara Soekarno Hatta yang memiliki kapasitas hanya 22 juta penumpang dalam satu tahun. Nyatanya, melebihi kapasitas sebesar 263 persen atau sekitar 57,8 juta penumpang per tahun.

"Kita bicara Cengkareng kapasitas per tahun 22 juta, sedangkan penumpang 57,8 juta berarti overcapacity 263 persen. Itu Soekarno-Hatta termasuk yang paling rendah overcapacity-nya," beber dia, dalam diskusi 'Revolusi Layanan Bandara', di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Sabtu (28/11/2015).

Karena kurangnya infrastruktur ini, tambah Hekal, tak jarang satu pesawat yang ingin lepas landas saja membutuhkan waktu 20-60 menit. Oleh karena itu, Komisi VI mendorong PT Angkasa Pura II (Persero) untuk segera meningkatkan infrastruktur di bandara-bandara tersebut.

"Pengembangan infrastruktur  harus dikembangkan ketika kapasitas sudah 75 persen," ujar dia.

Menurut data yang didapatkan Hekal dari Angkasa Pura II, Bandar Udara Soekarno-Hatta saat ini sudah menunjukkan penurunan overcapacity dari 263 persen menjadi 260 persen. Walaupun penurunannya belum signifikan lantaran belum terbangunnya terminal 3, runway 3, dan runway 4.

"Soekarno-Hatta baru 260 persen overcapacity-nya turun. Penurunannya memang tidak signifikan karena terminal 3 belum jadi. Itu ditargetkan 2016 selesai, itu juga tidak banyak menyelesaikan masalah karena dua runway belum jadi," jelas dia.

Setelah ketiga bagian itu terbangun, ujar dia, diharapkan overcapacity pada Bandara tersebut akan berkurang.


(AHL)