Bus Tertabrak Kereta, Ahok Evaluasi Kinerja PT Transjakarta

Wanda Indana    •    Senin, 30 Nov 2015 11:29 WIB
transjakarta
Bus Tertabrak Kereta, Ahok Evaluasi Kinerja PT Transjakarta
Transjakarta beroperasi malam hari. (Foto:Antara/Reno Esnir)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengevaluasi kinerja PT Transjakarta terkait tabrakan yang terjadi di perlintasan kereta Green Garden, Jalan Panjang, Jakarta Barat. Pemerintah akan memutus kontrak operator yang terbukti menyalahi sistem operasional prosedur (SOP).
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengatakan, kecelakaan terjadi karena kesalahan operator. Operator tidak menjalankan kontrak sesuai SOP. Operator dinilai gagal mengawasi sopir.
 
"Kita akan evaluasi direksi PT Transjakarta. Sanksi yang diberikan kepada operator selama ini terlalu ringan," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (30/11/2015).
 
AHok berambisi mencabut izin operator. Namut niat itu terkendala konrak kerja dan pengangkutan penumpang.
 
"Harusnya izin operator dicabut. Tapi penumpang pasti terbengkalai. Karena bus kita belum mencukupi. Makanya saya perintahkan ke direksi (PT Transjakarta) anda harus beli bus yang banyak," ujarnya.
 
Saat ini, jumlah armada TransJakarta yang melayani 12 koridor mencapai 823 bus. Rinciannya, 535 single bus dan 288 articulated bus (gandeng). Dari jumlah itu, sebanyak 418 bus dimiliki Pemrov DKI Jakarta dan sisanya dimiliki operator bus.
 
“Dari jumlah itu hanya 400 bus yang bisa dioperasikan setiap hari, melayani 12 koridor dengan 218 halte yang disinggahi,” kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PT TransJakarta Sri Kuncoro.


(FZN)