Tak Kunjung Periksa Nina, Bareskrim Malah Periksa Petani

Lukman Diah Sari    •    Selasa, 01 Dec 2015 02:21 WIB
Tak Kunjung Periksa Nina, Bareskrim Malah Periksa Petani
Bareskrim. Foto: BBC

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Foundation terus didalami penyidik Bareskrim Polri. Sayangnya, janji Bareskrim bakal menggarap tersangka kasus ini, Nina Nurlina belum juga terealisasi.

"Belum diperiksa," ujar Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi Bareskrim, Kombes Pol Hadi Ramdani melalui pesan singkat, Senin (30/11/2015).

Hadi mengungkap, alasan belum diperiksanya mantan Direktur Eksekutif Pertaminan Foundation itu lantaran penyidik masih fokus mengembangkan keterangan saksi dan bukti.

Hadi melanjutkan, hingga kini sebnyak 70 saksi telah diperiksa penyidi Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri. Salah satunya yang diperiksa adalah petani, terkait dengan program gerakan menanam 100 juta pohon Pertamina Foundation.

"Saksi yang diperiksa antara lain petani yang terlibat penanaman pohon," ucapnya.

Diketahui, para saksi dari petani itu terlibat program penanaman pohon di wilayah Depok, Cianjur, Sukabumi, Sumedang, Purwakarta, dan Garut.

Sebelumnya, penyidik telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Nina yang telah berstatus tersangka. "Minggu keempat, bulan ini," kata Hadi di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2015).

Nina Nurlina Pramono (NN) telah lama ditetapkan sebagai tersangka. Sejak ditetapkan sebagai tersangka, mantan calon pimpinan KPK itu belum pernah diperiksa.

Sementara itu, Pada 1 September lalu, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menggeledah sebuah kantor di kawasan Simprug, Jakarta Selatan. Penggeledahan digelar dalam rangka penyidikan kasus pidana terkait Pertamina Foundation.   

Menurut Dirtipideksus saat itu, Brigjen (purn) Victor Simanjuntak, proyek CSR digunakan untuk program Gerakan Menanam Pohon, Sekolah Sobat Bumi, Beasiswa Sobat Bumi, dan Sekolah Sepak Bola Pertamina. Total kerugian diperkirakan Rp126 miliar sejak 2012 hingga 2014 dari total angka sebenarnya sekitar Rp256 miliar.
(AZF)