Pangdam XVII/Cenderawasih: Korban Penembakan OPM Naik Pangkat

Antara    •    Selasa, 01 Dec 2015 14:56 WIB
organisasi papua merdeka
Pangdam XVII/Cenderawasih: Korban Penembakan OPM Naik Pangkat
Foto: Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian/dok_Istimewa/Kodam XVII Cenderawasih

Metrotvnews.com, Jayapura: Jenazah Mayor Inf Jhon De Fretes, anggota Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih yang ditembak anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Namuni, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, dievakuasi ke Jayapura, Selasa 1 Desember. Jenazah ditemukan pukul 8 WIT.

"Saat ini jenazah korban sudah diterbangkan menggunakan pesawat Trigana," kata Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian kepada Antara, di Base Operasional Pangkalan Angkatan Udara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (1/12/2015).

Baca: Anggota Kodam XVII/Cenderawasih Tewas Ditembak OPM

Setibanya di Bandar Udara Sentani, Jayapura, jenazah akan diterbangkan ke Yogyakarta selanjutnya ke Magelang, Jawa Tengah. Jenazah akan dimakamkan di Magelang.

Hinsa Siburian mengatakan, almarhum Mayor Inf Jhon De Fretes, akan mendapatkan anugerah kenaikan pangkat
menjadi Letnan Kolonel Anumerta. "Saya baru mendapat telepon dari Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo
dan beliau menyatakan akan menganugerahkan kenaikan pangkat menjadi Letkol Anumerta kepada korban karena korban meninggal saat menjalankan tugas," kata dia.

Dia menjelaskan bahwa selain menganugerahkan kenaikan pangkat, Panglima TNI juga berjanji akan membiayai pendidikan kedua anak korban yang saat ini bermukim di Magelang, Jawa Tengah.

Korban meninggal akibat diserang kelompok bersenjata OPM di Mamberamo Raya, Senin (30/11) seusai melakukan kunjungan ke Kampung Namuni dalam pengamanan 1 Desember. Sebelumnya, kata Mayjen TNI Siburian, korban yang menjabat sebagai perwira penghubung Kodim Sarmi, itu berencana patroli bersama Kapolres Mamberamo Raya. Namun karena kapolres sedang ada kegiatan lainnya maka korban bersama kedua anggota Kodam XVII/Cenderawasih lainnya melakukan pengamanan.

"Penembakan yang dilakukan terhadap korban sama seperti teroris," ujar Siburian.

Jenazah korban sudah dievakuasi dari lokasi penembakan dan pada pukul 13.36 WIT tiba di Bandara Sentani menggunakan pesawat Trigana Air dari Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.

 


(TTD)