Mahasiswa Unibraw Berhasil Hasilkan Listrik dari Bangunan Pemecah Ombak

Kesturi Haryunani    •    Rabu, 02 Dec 2015 09:59 WIB
pertamina
Mahasiswa Unibraw Berhasil Hasilkan Listrik dari Bangunan Pemecah Ombak
Juara II Olimpiade Sains Nasional Pertamina 2015 dari Universitas Brawijaya yang beranggotakan Ahmad Diyanal Arifin, Aprilia Trinanda Kartika dan Chikal Ayunisa Rahmadian.

Metrotvnews.com, Jakarta: Mahasiswa Universitas Brawijaya (Unibraw) berhasil menciptakan prototipe bangunan hibrida pemecah ombak yang dapat menghasilkan listrik dengan memanfaatkan material piezoelektrik. Karya inovatif ini pun sukses menyabet gelar juara kedua dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2015 kategori proyek sains tingkat regional ASEAN.

"Alat ini menggunakan tenaga ombak sebagai sumber energinya. Sangat cocok kalau bisa diterapkan di daerah-daerah pantai dan di tempat-tempat terpencil," ujar ketua tim mahasiswa Unibraw Ahmad Diyanal Arifin usai penganugerahan pemenang OSN Pertamina 2015 di Gedung Integrated Faculty Club, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (26/11/2015).

Ahmad mengaku, karyanya tersebut terinspirasi dari keinginannya dapat membantu memenuhi kekurangan listrik di Tanah Air. Berdasarkan data Perusahaan Listrik Nasional (PLN), kebutuhan listrik akan tumbuh rata-rata 8-9 persen per tahun seiring laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan semakin menipisnya bahan bakar fosil. Karena itu, dibutuhkan lebih banyak pembangkit listrik yang tidak menggunakan minyak bumi, gas, atau pun batu bara.

"Karena sumber energinya dari ombak, dia masuk dalam kategori renewable energy. Ke depan, pembangkit listrik seperti ini semakin dibutuhkan agar Indonesia bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil yang kian menipis," ujarnya.

Selain Ahmad, tim Unibraw beranggotakan Aprilia Trinanda Kartika dan Chikal Ayunisa Rahmadian. Prototipe yang mereka ciptakan merupakan pengembangan dari makalah bertajuk Breakwater Hybrid Building: Design of Hybrid Breakwater and Piezoelectric Based Powerplant yang diloloskan juri ke tahapan final OSN Pertamina 2015.

Menurut Ahmad, bangunan pemecah ombak merupakan alternatif pembangkit listrik yang baik karena berpotensi mendapat energi mekanis dari ombak secara berkelanjutan. Bangunan tersebut juga bisa meminimalisasi terjadinya abrasi.

"Untuk bisa menghasilkan listrik, bangunan tersebut didesain sedemikian rupa dengan dilapisi material piezoelektrik yang dapat mengonversi energi mekanis menjadi menjadi energi listrik. Material ini bisa menyimpan energi tekanan atau hantaman ombak menjadi listrik," jelas Ahmad.

Prototipe bangunan hibrida pemecah ombak didesain dalam sebuah akuarium yang terdiri dari tiga komponen utama, yakni pemacu ombak, penekan, rangkaian modul piezoelektrik beserta dan baterai. Ketika pemacu digerakkan, maka riak air bergerak dan menekan lapisan piezoelektrik serta mentransmisikan energi.

Saat ini, prototipe desain tim Brawijaya baru mampu menghasilkan listrik dalam jumlah kecil. Ahmad berharap, prototipe bangunan pemecah ombak dapat terus dikembangkan sehingga bisa diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari.

"Kita akan terus eksplorasi agar listrik yang dihasilkan bisa lebih besar. Mungkin butuh waktu dan lebih banyak dana, tapi harapannya alat ini bisa dimanfaatkan masyarakat di pesisir sebagai sumber energi listrik," katanya.

Berkat karya inovatifnya, Ahmad dan timnya berhak mendapatkan beasiswa senilai Rp30 juta setelah menyisihkan lebih dari 300 tim lainnya dalam kompetisi OSN Pertamina 2015. "Saya harap ke depan ajang ini terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak karya-karya yang bermanfaat bagi bangsa," ujar Ahmad.


(NIN)