BKPM Usul Asing Kuasai Saham Bioskop Maksimal 50%

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 02 Dec 2015 11:11 WIB
bkpm
BKPM Usul Asing Kuasai Saham Bioskop Maksimal 50%
Ilustrasi bioskop. FOTO: MI/SUSANTO

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal Negara (BKPM) telah melakukan pembahasan dengan Badan Ekonomi Kreatif terkait dengan usaha perfilman khususnya eksebisi. Untuk sektor eksebisi atau bioskop, usulan dari intansi terkait adalah dibuka maksimal 51 persen untuk asing.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan terkait dengan sektor perfilman usulan yang masuk ke BKPM adalah terkait dengan upaya untuk membuka di sektor eksibisi (bioskop) lebih lebar lagi. Hal ini disebabkan karena rasio penduduk dan layar yang masih senjang.

"Kalau untuk perfilman, ada bidang usaha yaitu produksi, distribusi dan eksebisi yakni bioskop. Di sektor eksebisi, alasan yang melandasi usulan dibukanya peluang untuk kepemilikan asing karena rasio penduduk dan layar masih terlalu sedikit baru 1.054 layar untuk 250 juta penduduk, sehingga dengan dibukanya bidang usaha tersebut diharapkan asing dapat membantu mengisi gap tersebut," kata Franky dalam siaran persnya, Jakarta, Rabu (2/12/2015).

Franky menjelaskan, dalam usulan yang disampaikan ke BKPM, instansi tekait seperti Badan Ekonomi Kreatif lebih kepada bagaimana mengatur porsi konten lokal dan asing. Sehingga meskipun bioskopnya dimiliki oleh investor asing, namun bioskop tersebut juga harus mau memutar film-film produksi anak bangsa.

"Yang diperlukan sebenarnya bukan masalah presentase saham asing dan lokal, tapi yang harus diatur adalah pengaturan porsi konten lokal dan asing yang ditayangkan di bioskop, lanjutnya," jelas dia.

Sekadar informasi, hal ini sebenarnya telah diatur dalam UU Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, bahwa konten lokal 60 persen dan asing 40 persen. Dengan mengacu kepada aturan tersebut bioskop asing juga harus memutar film dengan mayoritas konten lokal.

"Regulasi ini diharapkan dapat memacu dan menumbuhkan produksi film nasional sehingga dapat bersaing dengan industri film asing yang telah menguasai distribusi," tutup dia.


(AHL)